Mendes PDTT Target 6 Kabupaten dalam Pengembangan Daerah Tertinggal 2021

Foto: Dok. Kemendes PDTT

Berita Baru, Jakarta – Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar mengatakan, dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2020-2024 terkait pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi tidak hanya berada di Kemendes PDTT. Dalam pelaksanaan melibatkan berbagai kementerian dan Lembaga.

“Mulai dari Kementrian PUPR, Kemenhub, Kementan, KKP, Kemenkes, Kemnaker hingga Kemendikbud,” kata Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar, saat memaparkan peta jalan (roadmap) pengembangan, pengelolaan daerah tertinggal dan transmigrasi di Komisi V DPR RI, Senin (15/3/2021).

Suasana forum penyampaian RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2020-2024 oleh Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar di Komisi V DPR RI. (Foto: Dok. Kemendes PDTT)

Dalam RPJMN 2020-2024, sasaran percepatan pembangunan daerah tertinggal berkurang signifikan hingga 23,5 sampai 24 persen dari persentase penduduk miskin di daerah tertinggal pada 2018 yang berjumlah 26,12 persen. “Sebaliknya indeks pembangunan manusia di daerah tertinggal yang 58,11 persen pada 2018 naik hingga 62,2 sampai 62,7 persen pada 2024,” ungkap Abdul Halim.

Gus Menteri juga menyampaikan, sedang jumlah daerah tertinggal dari 62 kabupaten pada 2019 berkurang hingga 37 kabupaten pada 2024. Sehingga 25 kabupaten terentaskan pada 2024 mendatang. “Jadi selain fokus mengentaskan 25 kabupaten, kita juga masih memiliki kewajiban melakukan pembinaan kepada 62 daerah selama 3 tahun sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ungkap Doktor Honoris Causa dari UNY ini.

Adapun sasaran program PDT 2020-2024, khusus di 2021, targetnya ada 6 kabupaten yang masuk kategori daerah tertinggal. Penduduk miskinnya diproyeksi menurun dari 24,6 hingga 25,1 persen. Sedangkan rata-rata IPM (Indeks Pembangunan Manusianya) naik dari 59,8 pada 2020 menjadi 60 hingga 60,5. (MKR)

Facebook Comments
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini