Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Lewat Projects Agrosolution, Petrokimia Gresik Buktikan Pendapatan Petani Benih Kangkung Naik

Lewat Projects Agrosolution, Petrokimia Gresik Buktikan Pendapatan Petani Benih Kangkung Naik



Berita Baru, Gresik – Petrokimia Gresik melalui Direktur Operasi dan Produksi, Digna Jatiningsih memastikan bahwa program Project Agrosolution Petrokimia Gresik berhasil mendongkrak pendapatan petani benih kangkung di Gresik mencapai 26 persen.

Menurutnya, pendapatan petani benih kangkung di Gresik meningkat dari rata-rata Rp17,7 juta per hektar menjadi rata-rata Rp22,3 juta per hektar setelah mengikuti program ini. Artinya ada penambahan sekitar Rp4,6 juta per hektar atau 26 persen dari pendapatan rata-rata sebelumnya.

Persentase peningkatan yang sama juga ditunjukkan dari volume hasil panen yang meningkat dari rata-rata 0,955 ton per hektar menjadi 1,207 ton per hektar.

“Artinya, tujuan project ini berhasil dicapai yakni membantu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional melalui hasil panen yang melimpah,” kata Digna saat “Panen Project Agrosolution Komoditas Kangkung” di Desa Kedung Anyar, Kecamatan Wringinanom, Gresik, Selasa (30/8).

Keberhasilan itu, sambung dia, tidak lepas dari pengawalan serta peran sejumlah pihak yang terlibat dalam Project Agrosolution ini. Sebagai anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), Petrokimia Gresik berperan dalam menjamin ketersediaan pupuk nonsubsidi, menyediakan layanan mobil uji tanah, serta memberikan kawalan pengendalian hama penyakit melalui salah satu anak perusahaannya, yakni PT Petrosida Gresik.

“Hasil panen yang optimal menjadi capaian yang sangat berarti untuk membantu meningkatkan pendapatan petani, dan itu hanya bisa dicapai melalui cara budidaya serta penggunaan teknologi yang tepat. Disinilah kita mengambil peran melalui project ini,” terang Digna.

Lebih lanjut, Digna mengungkapkan bahwa program hasil kerja sama dengan PT East West Seed ini telah memasuki tahun kedua. Tahun ini, luasan lahan yang dikawal mencapai 521 hektar dan melibatkan 893 petani dari empat daerah di Jawa Timur, yakni Gresik, Jombang, Lamongan, serta Tuban. PT East West Seed dalam hal ini bertindak sebagai offtaker yang membeli benih kangkung hasil panen petani.

Selain itu, Petrokimia Gresik juga menggandeng BNI sebagai penyedia modal melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR), melengkapi bantuan permodalan dari Petrokimia Gresik melalui program Mangga Makmur, yakni pembiayaan dari TJSL Petrokimia Gresik khusus kepada petani peserta Project Agrosolution yang digunakan untuk biaya budidaya dan pembelian pupuk nonsubsidi serta pestisida Petrokimia Gresik.

“Dengan adanya ekosistem pertanian terintegrasi ini, petani bisa lebih fokus dalam melakukan budidaya pertaniannya, karena baik permodalan maupun penjualan hasil panen sudah terjamin,” ujarnya.

Senada, Senior Seed Operation Manager PT East West Seed Indonesia, Asep Subandi menuturkan, realisasi Project Agrosolution tahun lalu mencapai 125 persen dari target. Sedangkan proyeksi tahun ini diprediksi mencapai 130 persen dari target.

“Ini merupakan capaian luar biasa, untuk satu Hektare lahan ada yang mampu menghasilkan benih kangkung 1,4 hingga 1,5 ton. Benih hasil panen ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, tapi juga untuk memenuhi kebutuhan ekspor ke Jepang, Malaysia dan Vietnam,” tandas dia.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian, Eko Anindito Putro menilai bahwa Project Agrosolution ini merupakan solusi bagi masalah pertanian yang selama ini muncul, khususnya terkait ketersediaan pupuk.

“Program ini menawarkan solusi alternatif atau substitusi pupuk ZA dan SP-36 yang saat ini tidak lagi disubsidi pemerintah, yakni melalui pupuk non subsidi Petro ZA Plus dan Phosgreen. Sehingga petani bisa melakukan budidaya dengan optimal tanpa adanya keterlambatan dalam pemupukan,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Transformasi Bisnis PT Pupuk Indonesia (Persero), Panji Winanteya Ruky menyatakan, pihaknya ingin bermitra dengan petani untuk menjaga ketahanan pangan Nasional, melalui pemberian solusi agar petani bisa berbudidaya dan meningkatkan produktivitas pertaniannya dengan menggunakan pupuk non subsidi.

“Dengan pupuk non subsidi kita buktikan bahwa produktivitas bisa jauh lebih besar. Semoga solusi ini menginpirasi, karena project ini kita jalankan di berbagai macam komoditas,” pungkasnya.