Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Gubernur Khofifah
Gubernur Khofifah saat melantik pejabat baru. (Foto: istimewa).

Lantik Pejabat Baru, Gubernur Khofifah: Harus Bekerja Keras, Bertindak Cerdas, dan Ikhlas



Berita Baru, Jakarta – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berpesan kepada para pejabat yang baru dilantik agar bekerja keras, bertindak cerdas, dan ikhlas. Demikian disampaikannya saat memimpin pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemprov Jatim, Rabu (8/4) di Gedung Grahadi.

Adapun pejabat baru yang mengikuti pelantikan berasal dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Koperasi dan UKM, Sekretariat DPRD dan Biro Administrasi Perekonomian Setda Provinsi Jawa Timur.

Lebih lanjut dikatakannya, berkaitan dengan percepatan untuk bisa melakukan pencegahan terhadap penyebaran Covid-19, ada regulasi yang dilakukan oleh BKD. Begitu pula untuk jajaran Badan Menanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) agar di lakukan yang terbaik.

Ia berharap agar BPMPTSP memberikan kesempatan kepada siapapun yang akan berinvestasi di Jawa Timur. Bahkan, jika ada kendala dalam menggunakan sistem online single submission (OSS), harus dibantu. Akan tetapi, pada tahap berikutnya jika kelengkapan-kelengkapan tidak terpenuhi tetap tidak bisa dilanjutkan.

Gubernur Khofifah juga menekankan kepada para pejabat di lingkungan BPSDMagar terus meningkatkan kualitas SDM, tidak hanya untuk ASN Jawa Timur tapi juga ini menjadi referensi dari ASN di berbagai daerah.

“Saya minta tolong agar kualitas penyelenggaraan layanan di BPSDM tetap dijaga dan terus ditingkatkan. Percepatan pembangunan ekonomi di Jawa Timur harus menjadi komitmen Bersama, meskipun saat ini semua masih terkonsentrasi pada percepatan pencegahan covid-19”. Ujarnya. [Hp]