Kutip Puisi Kahlil Gibran, Mia Khalifa Serukan Donasi dan Revolusi Lebanon

-

Berita Baru, Internasional – Pada hari Selasa (4/8), Mia Khalifa, mantan bintang porno yang lahir di Lebanon, menyebut bahwa ledakan besar yang terjadi di dekat pelabuhan Beirut itu penuh dengan konspirasi dan menuduh Hezbollah berada di balik peledakan.

Mia mengatakan bahwa ledakan yang terjadi pada Selasa sore dan menewaskan lebih dari 100 orang serta 4.000 orang terluka itu disebabkan oleh bahan peledak milik Hezbollah yang disimpan di lokasi terjadinya insiden.

“Bukankah Hezbollah berbohong kepada orang-orang Lebanon tentang menyembunyikan bahan peledak di tanah kami, dengan mengatakan ledakan ini disebabkan oleh api. Kembang api?!” tulis Mia di Instragam resminya sambil mengunggah sebuah video peristiwa ledakan.

Awal mula ledakan muncul kabar bahwa penyebab dari ledakan itu adalah kembang api karena lokasinya berda di gudang kembang api.

Namun, Kepala Direktorat Keamanan Umum Lebanon, Jenderal Abbas Ibrahim, membantah bahwa penyebab ledakan itu adalah berasal dari kembang api dan menekankan bahwa penyebabnya kemungkinan besar adalah bahan peledak lain yang telah disimpan untuk waktu yang lama.

Ibrahim menyebut mungkin bahan peledak itu adalah sodium nitrate. Saluran TV LBCI dengan mengutip sumber juga mengatakan bahwa ledakan besar itu disebabkan oleh sodium nitrate dari kapal yang bertahun-tahun disimpan di gudang.

Berita Terkait :  BTS Masuk 10 Pop Band Terbaik Sepanjang Masa versi Esquire

Sodium nitrate merupakan salah satu komposisi bahan peledak dan salah satu bahan bakar padat roket.

Berita Terkait :  Israel Serang Pos-pos Hizbullah di Lebanon

“Izinkan saya mengatakan ini sekali dan mengatakannya dengan jelas: Anda [Hezbollah] adalah aib dan rakyat Lebanon pantas mendapatkan yang lebih baik,” tulis Mia di Instagram.

Mia bahkan mengutuk tindakan Hezbollah dengan mengatakan bahwa mereka tidak akan pernah bertemu Tuhan.

“Anda tidak akan pernah bertemu Allah karena mata Tuhan akan melihat siapa Anda sebenarnya,” imbuh Mia.

Mia bahkan dalam cerita instagramnya mengumpati mereka, “F**k the police, F**k Hezbollah, Give Lebanon Back To The People.”

Selain menuduh Hezbollah menjadi dalang ledakan, wanita 27 tahun itu juga mengajak orang-orang untuk memberikan donasi bagi bagi korban ledakan melalui tautan di bio instagramnya, yaitu https://helplebanon.carrd.co/.

“Silahkan lihat bio Instagramku terkait cara membantu [korban],” tulis Mia.

Warganet pun menangapi unggahan Mia itu dengan cara yang beragam. Hingga tulisan ini dibuat, unggahan Mia itu telah dilihat lebih dari 4 juta, dan 13 ribu lebih komentar.

Diunggahan instagram lainnya, Mia menyatakan belasungkawa yang mendalam kepada korban ledakan dengan mengutip puisi dari Kahlil Gibran yang juga berasal dari Lebanon, You Have Your Lebanon and I Have My Lebanon.

Puisi yang dikutip Mia itu adalah puisi Gibran tahun 1920, berbahasa Arab, yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh M. L. Wolf, A. R. Ferris, and A. D. Sherfan.

Berita Terkait :  Nasib Bintang Porno, Mia Khalifa: Gaji Kecil dan Diancam ISIS

Terjemahan bebas kutipan puisi Kahlil Gibran yang diunggah di Instagram Mia adalah sebagai berikut:

Mereka adalah petani yang akan mengubah lahan tandus menjadi kebun dan tanaman.

Mereka adalah gembala yang menuntun dan merawat kawanan domba melalui lembah untuk daging di meja meja dan kain wol.

Mereka adalah pembuat anggur yang meramu dan merebus sari anggur menjadi sirup.

Mereka adalah orang tua yang merawat benih, para ibu yang memintal benang sutera.

Mereka adalah para suami yang memanen gandum dan istri-istri yang mengumpulkan gandum.

Mereka adalah pembangun, tembikar, penenun, dan kastor lonceng.

Mereka adalah para penyair yang menuangkan jiwa mereka ke dalam cangkir baru.

Mereka adalah orang-orang yang berjalan dengan keberanian dan segenap daya, lalu mereka kembali dengan buah di tangan dan karangan bunga di atas kepala.

Mereka adalah pemenang ke mana pun mereka pergi dan dicintai dan dihormati di mana pun mereka menetap.

Mereka adalah orang-orang yang lahir di gubuk tetapi yang mati di istana pengetahuan.

Ini adalah anak-anak Lebanon; mereka adalah pelita yang tidak bisa dibunuh oleh angin dan garam yang tetap murni selama berabad-abad.

Mereka adalah orang-orang yang terus bergerak menuju kesempurnaan, keindahan, dan kebenaran.

Di unggahan yang terakhir dari akun instagramnya, Mia kembali mengajak orang-orang untuk saling bantu-membantu.

Berita Terkait :  Trailer Anime Branz Mega Kuningan, Hebohkan Warganet
Berita Terkait :  Kim Jaejoong Minta Maaf Terkait Lelucon April Mop Virus Korona

Selain mengunggah kutipan puisi itu, dalam cerita Instagramnya, Mia bahkan mendukung dan menyatakan tekad untuk melakukan revolusi.

“Saya menyerukan revolusi, kembalikan Lebanon pada rakyat,” tulis Mia.

“Setiap pemimpin politik harus mengundurkan diri. Atau mereka harus digulingkan, karena ini bukan cara bagi orang untuk hidup. Dasar pengecut korup!” imbuhnya.

Dalam salah satu cerita di Instagramnya, Mia bahkan menyarankan Perdana Menteri Lebanon Hasan Diab untuk mundur.

“Pagi di Lebanon dan tidak ada yang tidur. Silakan lanjutkan berbagi, menyumbang dan membantu upaya penyelamatan. Bagikan foto orang hilang, foto warga terlantar, foto lokasi penuh darah, atau hanya foto apapun yang dapat meningkatkan kesadaran tentang krisis kemanusiaan ini dan negara yang runtuh,” tulis Mia.

Berita Terkait :  “The Bajau” : Dilema Para Pengembara Laut

Mia pensiun dari dunia pornografi sejak tahun 2016 karena sorotan negatif masyarakat dan dirinya telah mendapat berbagai ancaman, salah satunya ancaman pembunuhan dari organisasi garis keras ISIS.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU