Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Snowdrop
Poster resmi Snowdrop tampilkan pemeran utama, Jisoo BLACKPINK dan Jung Hae-in (Naver)

Kronologi Kontroversi ‘Snowdrop’, 200 Ribu Orang Kirim Petisi Hentikan Drama Ini



Berita Baru, Entertainment – Drama “Snowdrop” begitu dinantikan oleh pecinta drama, salah satunya karena menampilkan debut pertama Jisoo BLACKPINK yang bersanding dengan aktor muda berbakat Jung Hae-in sebagai pemeran utama.

Namun hingga saat ini, terhitung sudah ada sekitar 200.000 orang yang menandatangani petisi untuk menghentikan drama tersebut. Ada apa? Simak kronologinya berikut ini.

Sinopsis “Snowdrop”

Drama ini mengisahkan tentang Soo Ho seorang mahasiswa di kampus bergengsi yang suatu hari pergi ke asrama wanita dalam keadaan berlumuran darah. Di sana ia bertemu Young Cho, mahasiswi yang menyembunyikan dan merawatnya.

Snowdrop
Drama ini dianggap memuat cerita sensitif yang menyimpang dari sejarah (NAVER)

Petisi muncul sejak Maret

Sejak 26 Maret lalu, telah beredar kabar cerita dalam “Snowdrop” diduga menyimpang dari sejarah. Netizen Korea mulai mengirim petisi dan mengkritisi drama ini setelah potongan sinopsisnya beredar secara online.

Dikabarkan, cerita akan dibuka dengan kisah seorang pemeran utama laki-laki yang merupakan mata-mata dan menginfiltrasi gerakan aktivis pro-demokrasi. Sedangkan pemeran laki-laki lainnya adalah pemimpin Badan Keamanan Nasional (NSA).

Petisi ini keluar sebagai protes bahwa drama ini telah meromantisasi dan menampilkan pemeran utama pria sebagai mata-mata yang disalahpahami menjadi tokoh pro-demokrasi dan mengarah pada distorsi sejarah, karena sebenarnya banyak orang tak bersalah yang disiksa oleh pemerintah karena dikira mata-mata.

JTBC rilis pernyataan

Segera sejak petisi itu tersebar, stasiun JTBC merilis pernyataan terkait isu penyimpangan sejarah di drama tersebut. Mereka mengatakan, drama ini tidak berniat meremehkan gerakan pro-demokrasi atau meromantisir mata-mata yang bekerja untuk NSA. “Ini juga tentang meldorama tentang seorang lelaki muda dan perempuan yang menjadi korban dari situasi itu,” tulis mereka.

Snowdrop
Pernyataan JTBC terkait petisi yang dilayangkan kepada Snowdrop (Instagram JTBC Drama)

Detail kritik

Ada beberapa hal yang memicu kritik, antara lain karena ketidaksinkronan pernyataan tim produksi dengan episode yang ditayangkan. Sebelumnya, tim produksi menyatakan tidak ada karakter utama yang terlibat dalam pergerakan demokrasi dan kabarnya gerakan demokrasi tak tercantum dalam naskah.

Snowdrop
Jisoo dan Jung Hae-in dalam konferensi pers perilisan ‘Snowdrop’ (JTBC Drama)

Namun pada episode pertama, hal ini langsung terbantahkan karena dianggap memposisikan karakter utama sebagai seorang mata-mata yang disalahpahami sebagai aktivis. Menurut Netizen Korea, penayangan itu tak sensitif karena masih ada korban gerakan 1987 yang hidup hingga sekarang.

Latar drama ini sendiri mengambil tahun 1987, sebuah tahun penting ketika rakyat memperjuangkan demokrasi setelah dipimpin oleh pemerintahan yang diktaktor. Sedangkan NSA merupakan bagian dari rezim otoritatif saat itu.

Dilansir dari Yonhap News Agency, “Snowdrop” juga dikritik karena beberapa nama karakter identik dengan aktivis demokrasi pada tahun itu.

Tak hanya itu, lagu yang digunakan pada adegan pengejaran antara NSA dan mata-mata tersebut, berjudul “Dear Pine.” Lagu itu dulunya dikenal sebagai lambang gerakan aktivis pro-demokrasi, dan merupakan sebuah lagu yang menyisakan rasa sakit.

Kirim petisi ke Blue House

Setelah episode pertama drama ini rilis, protes pada drama “Snowdrop” kian meluas. Sudah ada 200.000-an tanda tangan petisi yang menyuarkaan penghentian terhadap drama tersebut yang dikirim kepada Blue House.

Menanggapi protes itu, Blue House menyerahkan keputusan kepada Komisi Penyiaran dan stasiun televisi terkait, karena tayangan tersebut dianggap sebagai bagian dari kebebasan berekspresi. Petisinya masih akan terus dibuka hingga 18 Januari 2022.

Sementara itu, Komisi Penyiaran menyatakan bahwa pihaknya menerima sebanyak 452 komplain warga sipil mengenai drama tersebut dan akan meninjau langkah berikutnya.

Sponsor menarik diri

Hingga saat ini, sudah ada beberapa sponsor yang membatalkan kerja sama dengan “Snowdrop” akibat kontroersi yang beredar. Salah satunya, P&J Group, sebagaimana dilansir dari Allkpop. Mereka mengaku, pihaknya mensponsori drama ini karena melihat bintang utamanya, yakni Jisoo dan Jung Hae-in.

“Snowdrop” ditulis dan disutradarai oleh Yoo Hyun-mi, sosok yang juga memproduksi drama beken “Sky Castle” (2018). Belum ada berita lebih lanjut mengenai respon tim produksi terhadap petisi dan kritik tersebut. Simak cuplikan “Snowdrop” berikut ini.