Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Siaran berita dengan rekaman file uji coba rudal Korea Utara pada 5 Juni 2022. FOTO: AFP.
Siaran berita dengan rekaman file uji coba rudal Korea Utara pada 5 Juni 2022. FOTO: AFP.

Korea Utara Kembali Tembakkan Rudal Jelajah, Jeda Sebulan?

Berita Baru, Seoul – Pada Rabu (17/8), Korea Utara kembali tembakkan rudal jelajah sebagai peluncuran yang terbaru setelah jeda sebulan Negeri Pertapa itu tidak melakukan peluncuran atau uji coba rudal.

“Pagi ini, kami mendeteksi bahwa Korea Utara menembakkan dua rudal jelajah ke Laut Barat dari Onchon, provinsi Pyongan Selatan,” kata seorang pejabat militer yang tidak disebutkan namanya, dikutip dari AFP, Rabu (17/8).

Korea Utara terakhir kali meluncurkan rudal ke laut terjadi pada tanggal 10 Juli sebagai bentuk uji coba. Saat itu, rudal yang diluncurkan tampak seperti roket.

Sementara, Korea Utara meluncurkan rudal jelajah terakhir kali pada bulan Januari.

“Otoritas militer AS dan Korea Selatan sedang menganalisis spesifikasi rinci seperti jarak penerbangan,” kata seorang pejabat kementerian pertahanan kepada kantor berita AFP.

Peluncuran rudal jelajah itu terjadi sehari setelah Korea Selatan dan AS memulai persiapan latihan bersama sejak Selasa (16/8) kemarin dan rencananya akan berlangsung selama 4 hari.

Latihan gabungan yang dinamakan Ulchi Freedom Shield itu merupakan bentuk persiapan untuk pelatihan lapangan langsung yang telah lama ditunda.

Rencananya, latihan itu akan berlangsung dari 22 Agustus hingga 1 September.

Latihan tersebut membuat marah Korea Utara yang melihat mereka sebagai latihan untuk invasi.

Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol di atas panggung menyampaikan kabar terbaru tentang 100 hari masa jabatannya

Pada hari yanga sama, Rabu (17/8), juga menandai 100 hari Presiden Yoon Suk Yeol menjabat sebagai presiden. Di atas panggung, ia menyampaikan perkembangan terbaru dan progres program kerjanya. Namun, ia tidak menyebutkan peluncuran saat ia mengadakan konferensi pers di Seoul.

Presiden Yoon malah menekankan kesediaannya untuk memberikan bantuan ekonomi bertahap ke Korea Utara jika Korea Utara mengakhiri pengembangan senjata nuklir dan memulai denuklirisasi.

“Setiap dialog antara para pemimpin Selatan dan Utara, atau negosiasi antara pejabat tingkat kerja, tidak boleh menjadi pertunjukan politik, tetapi harus berkontribusi untuk membangun perdamaian substantif di semenanjung Korea dan di Asia Timur Laut,” katanya.

Di tahun ini, Korea Utara sudah melakukan gelombang uji coba senjata yang belum pernah terjadi sebelumnya, termasuk rudal balistik antarbenua (ICBM) yang dilarang oleh PBB.

Publik internasional dan PBB khawatir bahwa dalam waktu dekat, Korea Utara akan melakukan serangkaian uji coba rudal, termasuk nuklir.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un juga menegaskan bahwa negaranya siap untuk memobilisasi senjata penangkal nuklirnya.