Komitmen Jaga Budaya, Padepokan Jabalahad Pandang Perlu Sinergi Pemerintah dan Keraton

    Foto; Istimewa

    Berita Baru, Klaten – Di tengah maraknya intoleransi dan terorisme, Padepokan Jabalahad memandang perlu adanya sinergi antara pemerintah (pemangku kebijakan), NU dan pesantren (sumber keislaman), serta keraton (sumber resmi kebudayaan).

    “Agar ke depan kita bisa bersinergi membuat program bersama untuk peradaban masyarakat, terutama generasi mudanya agar lebih berkarakter dan berkebudayaan sehingga tidak rentan terkena pengaruh-pengaruh radikalisme,” kata pengasuh Padepokan Jabalahad, RT. Iman Widodo Seco Dipuro, Sabtu (3/4/2021).

    Pengasuh pesantren pencak silat yang berafiliasi dengan Keraton Surakarta dan tergabung dalam Banom NU Pagar Nusa itu menyampaikan, upaya sinergi tersebut direalisasikan melalui kegiatan Tedhak Dalem SISKS Pakoebuono XIII  dan GKR Pakoebuono, dimana dalam kegiatan tersebut pihak keraton memberikan gelar kepada para tokoh yang dianggap punya peran penting dalam pelestarian kebudayaan.

    “Penganugerahan gelar dari keraton ini memang masih terkait dalam rangkaian acara Jumenengan Dalem SSISKS PB XIII. Di mana setiap jumenengan, keraton memberikan apreasiasi kepada tokoh-tokoh yang dianggap memiliki jasa dan kontribusi dalam pelestarian budaya islam dan jawa, terutama yang berkaitan dengan keraton” lanjut sosok yang akrab disapa Gus Iman.

    Dalam kegiatan yang dilaksanakan di area makam Kiai Ageng Gribig, Jatinom, Klaten, Gus Iman juga menyampaikan bahwa Pagar Nusa Padepokan Jabalahad sebagai bagian dari keraton dan sekaligus bagian dari generasi muda NU. Selain itu, Dia juga mengusul supaya tokoh-tokoh pemerintah dan NU yang memiliki kontribusi pelestarian budaya Islam Nusantara bisa diberikan apresiasi.

    Foto: Istimewa

    “Sehingga kedepan bisa melakukan sinergi program bersama untuk menangkal persoalan radikalisme dan terorisme dengan strategi Islam yang ramah dan Budaya yang adiluhung,” ujarnya.

    Dalam kesempatan terebut Kadisbudpora Klaten mengatakan bahwa pemerintahan akan terus mendorong supaya budaya adiluhur yang dimiliki Indonesia bisa diteruskan oleh generasi muda dan mengupayakan agar budaya tetap menjadi hal yang menarik bagi masyarakat.

    Merespon hal tersebut, Bupati Klaten, Hj. Sri Mulyani turut memberikan dukungan terhadap ide yang disampaikan perwakilan dari Kadisbudpora itu. “Mari melalui penganugerahan ini bisa menjadi sarana bagi berbagai pihak terutama pemangku kebijakan dan kepentingan untuk bersama-sama bersinergi melestarikan kebudayaan, kesenian dan mengangkat potensi bangsa,” ucapnya. 

    Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Pengurus Pusat Pagar Nusa, Gus Nabil Haroen beserta jajaran aparat pemerintahan Klaten dan segenap tokoh masyarakat yang diundangan untuk mendapatkan anugerah  gelar dari Keraton Surakarta.

    Dalam sambutannya, Gus Nabil menekankan kepada para anggoata pagar nusa yang hadir untuk tidak meninggalkan budaya bangsa warisan nenek moyang yang adiluhung. “Kita adalah pagar NU dan Bangsa akan menjaga apa yang ditinggalkan orang tua kita, jangan sampai dengan arus modernisasi menjadikan kita meninggalkan tinggalan nenek moyang” jelasnya.

    Kegiatan tersebut merupakan sesi lanjutan dari acara Wisuda Anggota Baru Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Padepokan Jabalahad. Acara itu juga sebagai bentuk komitmen untuk mengenalkan budaya kepada generasi muda khususnya para anggota Pagar Nusa Padepokan Jabalahad yang diwisuda. (Arindya)

    Facebook Comments
    - Advertisement -

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini