Berita

 Network

 Partner

KLHK Tegaskan Indonesia Dukung Langkah Perundingan Kerangka Kerja Biodiversitas

KLHK Tegaskan Indonesia Dukung Langkah Perundingan Kerangka Kerja Biodiversitas

Berita Baru, Jakarta – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menegaskan bahwa Indonesia terus mendukung langkah-langkah perundingan kerangka kerja biodiversitas mengingat besarnya kekayaan biodiversitas di Tanah Air.

Hal ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam acara PreCOP Biodiversity 2021-High Level Political Forum dalam rangkaian kegiatan Third Open Ended Working Group on Post 2020 Global Biodiversity Framework, dalam keterangan resmi Kementerian LHK, Selasa (31/8).

“Sebagai rumah bagi lebih dari 490 ribu spesies di 19 tipe ekosistem dengan 74 tipe vegetasi, Indonesia mendukung langkah-langkah perundingan kerangka kerja biodiversitas yang sedang berlangsung,” tuturnya.

“Indonesia menempuh tiga pilar sesuai tujuan Konvensi Keanekaragaman Hayati, yaitu pengawetan, perlindungan dan pemanfaatan yang berkelanjutan,” lanjut Siti.

Menurut Siti, tiga poin penting yang diperhatikan pada forum tersebut yaitu target global harus terukur dan fleksibel, keseimbangan antara target dan perangkat pendukung pelaksanaannya serta nilai minimum untuk semua target dan indikator yang dapat dimonitor untuk dapat dicapai oleh negara-negara.

Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK Wiratno juga menuturkan bahwa Indonesia sudah berhasil melakukan capaian signifikan.

Wiratno mencontohkan, pada tingkat ekosistem pemerintah berhasil mempertahankan 51 juta hektare kawasan lindung yang mencakup lebih dari 28 persen area daratan Indonesia.

“Termasuk di dalamnya 1,4 juta hektare area bernilai konservasi tinggi pada wilayah konsesi swasta,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan Indonesia dibuktikan dengan adanya data lebih dari 270 lokasi pengawasan, hingga tahun ini telah terpantau peningkatan populasi dari 25 jenis satwa prioritas terancam punah seperti jalak bali, banteng, badak jawa, owa jawa dan elang jawa.

“Antara lain di TN Gunung Leuser dan Kabupaten Aceh Timur di Aceh, TN Way Kambas di Lampung, serta Kutai Barat di Kalimantan Timur,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pada tahun 2020 KLHK telah berhasil melepasliarkan lebih dari 200 ribu satwa.

Pada level genetik, lanjutanya, KLHK terus berupaya mempromosikan bioprospeksi sumber daya genetik Indonesia untuk ketahanan pangan dan kesehatan, seperti pemanfaatan Candidaspongia sebagai anti kanker dan gaharu sebagai bahan disinfektan yang permintaannya semakin meningkat selama pandemi.

“Hasil kerja yang penting dalam integrasi yang harmoni antara biodiversitas dan sektor-sektor produktif bagi kemajuan negara,” tukas Wiratno.

Berita Terkait :  Kemendikbud Terbitkan Pelaksanaan Kurikulum Darurat Ditengah Pandemi