KKP Salurkan Bantuan Biofarmakologi Laut Senilai Rp 99,8 Juta

-

Berita Baru, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyalurkan bantuan sarana pengolahan biofarmakologi senilai Rp 99,8 juta kepada kelompok pengolah dan pemasaran di Bintan, Kepulauan Riau. Penyaluran bantuan ini bentuk dukungan KKP dalam pemanfaatan biofarmakologi laut oleh masyarakat. 

“Bantuan berupa peralatan pendukung pengolahan hingga pemasaran kopi yang menghadirkan spesies kuda laut,” kata Staf Ahli Menteri (SAM) Bidang Ekologi dan Sumberdaya Laut (ESDL) KKP, Pamuji Lestari dalam keterangan tertulis, Minggu (20/12).

Pamuji Lestari yang akrab disapa Tari menegaskan KKP akan mendukung upaya pengembangbiakan kuda laut yang spesiesnya terbatas ini sehingga budidaya bisa efektif dan efisien mendukung aktivitas produksi masyarakat pesisir.

“Saya mengapresiasi pemanfaatan kuda laut yang spesiesnya sangat terbatas, namun sudah ada solusi untuk dibudidayakan. KKP berkomitmen untuk membantu peningkatan pemanfaatan kuda laut melalui budidaya. Semoga upaya Poklahsar Kopi Kuda Laut bisa menjadi percontohan sembari kita benahi yang lainnya,” ujar Tari.

Menurut Tari, pemanfaatan biofarmakologi kelautan bertujuan tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir selaku penyedia bahan baku dari alam, tapi juga mendorong pengolahan hingga pemasaran sehingga produk memiliki nilai jual lebih tinggi. 

“Pemanfaatan ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah, produktivitas, dan kualitas sumberdaya Indonesia di era kembali ke alam ini,” tandas Tari.

Sementara itu, Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut (KKHL), Andi Rusadi menjelaskan kuda laut di Indonesia belum diatur perlindungannya, tetapi masuk dalam daftar Appendix II CITES. Meski demikian, perlindungan pun tidak akan menutup semua pintu pemanfaatan.

“Untuk saat ini pemanfaatannya aman, tetapi tidak menutup kemungkinan ke depan segera diatur. Tapi, konservasi tidak menutup kemungkinan pemanfaatannya, sehingga masyarakat tak perlu khawatir,” jelas Andi.

Andi menjelaskan, kuda laut dipercaya mengandung banyak manfaat dan dikenal sebagai obat tradisional di Cina. Saat ini pun tak hanya dalam negeri, kuda laut kering juga diekspor hingga keluar Indonesia. 

Oleh sebab itu, KKP berusaha memunculkan nilai ekonomi dari biota yang dikenal setia ini. Ekspor tidak hanya berupa biota kering, tapi diolah terlebih dahulu dulu sehingga memberi nilai tambah bagi pendapatan masyarakat. 

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments