Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Terpapar COVID-19
Ternyata ada kegiatan yang beresiko besar menulari COVID-19 ketimbang didalam pesawat, Sumber : Dailymail.co.uk

Kegiatan Ini Lebih Beresiko Terpapar COVID-19 daripada Naik Pesawat



Berita Baru, Amerika Serikat – Di masa pandemi, kita sebisa mungkin dituntut untuk selalu menjaga jarak sosial dan menjauhi kerumunan publik, bahkan menaati himbauan untuk tetap di rumah untuk menghindari terkena paparan melalui benda dan di udara.

Dilansir dari Dailymail.co.uk, sejumlah protokol kesehatan pun wajib di terapkan saat melakukan aktivitas di publik guna mencegah penularan COVID-19, seperti menggunakan masker, tidak berdekatan dan tidak berada di ruangan ramai tanpa ventilasi.

Dilansir dari Dailymail.co.uk, menurut uji riset Harvard, dari beberapa aktivitas publik yang dilakukan; ternyata pergi terbang menggunakan pesawat memiliki resiko yang rendah untuk terpapar COVID-19.

Hal tersebut apabila dibandingkan dengan aktivitas harian seperti berbelanja kebutuhan dasar di pasar swalayan, ataupun seperti makan di luar.

Padahal presepsi publik selama ini, menaiki pesawat memiliki resiko yang tinggi terpapar virus COVID-19 dibandingkan aktivitas lainnya.

Meskipun untuk menjaga resiko penularan COVID-19 tetap rendah saat di dalam pesawat juga bergantung pada para penumpang yang selalu menggunakan penutup wajah dibarengi upaya perusahaan maskapai dalam meningkatkan sanitasi mereka.

Para peneliti telah menemukan bahwa resiko penularan dapat diturunkan menjadi level resiko yang sangat rendah dengan cara kombinasi tindakan pengendalian infeksi yang berlapis.

Kegiatan Ini Lebih Beresiko Terpapar COVID-19 daripada Naik Pesawat
Serangkaian protokol kesehatan berlapis dinilai tepat dalam menekan penyebaran COVID-19

Dari laporan riset yang didanai oleh perusahaan maskapai di Amerika dan kelompok konsortium perusahaan pesawat dan alat-alat penerbangan, menyatakan bahwa maskapai di Amerika telah kehilangan miliaran dollar dalam waktu satu bulan, dikarenakan penumpang yang menurun hingga 65% karena COVID-19

Dari laporan tersebut tercatat, jika maskapai mewajibkan para penumpang menggunakan masker, meningkatkan prosedur kebersihan dan prosedur ketat kepada penumpang saat menaiki pesawat, dengan jutaan penumpang yang terbang pun sangat sedikit adanya bukti lapangan penumpang terpapar COVID-19 selama penerbangan.

Temuan ini juga diperkuat dengan kondisi dimana pesawat komersial yang dilengkapi dengan sistem ventilasi kabin canggih yang mendaur ulang udara di kabin dalam jangka waktu selama 2-3 menit serta menyingkirkan 99% partikel kecil seperti virus COVID-19.

Para peneliti juga mengatakan bahwa menggunakan masker wajah dapat secara signifikan mengurangi resiko penularan selama krisis COVID-19 ini.

Namun, hal ini justru bertolak belakang dengan penelitian sebelumnya dari Asosiasi Penerbangan Udara Internasional (IATA), yang menyatakan bahwa adanya 44 kejadian penularan COVID-19 yang berhubungan dengan 1.2 miliar perjalanan di tahun ini.

Hal tersebut sempat dibantah oleh seorang ahli dari institusi dinamika perjalanan dan penyakit yang dimana mengatakan hasil riset IATA tersebut memiliki perhitungan formula kalkuasi yang buruk sehingga dapat muncul angka tersebut.

Dr David Freedman dari Universitas Alabama mengatakan bahwa statistik dari IATA tidak menyertakan maupun mempertimbangkan berapa banyak penularan yang mungkin terjadi secara tidak diketahui.

Dia pun menambahkan dengan pernyataan bahwa resiko penularan saat penerbangan dengan pesawat adalah rendah.

Hasil riset Harvard ini juga memiliki kesamaan dengan riset dari Departemen Pertahanan Amerika diawal bulan ini, yang juga menyatakan bahwa resiko paparan terkena COVID-19 saat penerbangan adalah sangat rendah.

Saat penumpang duduk di pesawat dan menggunakan masker, ditemukan hanya sekitar 0.0003% partikel udara menular diantara zona bernafas penumpang, bahkan ketika kursi ditempati oleh penumpang.