Kalimantan Climatestrike Minta Korporasi Pembakar Lahan Dibuka ke Publik

    Berita Baru, Palangka Raya – Sejumlah pemuda Kalimantan yang tergabung dalam Kalimantan Climatestrike Jeda Iklim untuk Kalimantan meminta agar korporasi pembakar lahan yang menyebabkan kabut asap dibuka ke publik.

    Nanda Marselina, salah satu Anggota Kalimantan Climatestrike saat dibincangi, usai audiensi dengan Komisi I DPRD Kalteng, Senin (14/10) mengatakan, selama ini pihaknya dari kaum muda telah turut serta dan bertindak langsung dalam membantu masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan, khususnya Kalimantan Tengah.

    “Kami membagi masker untuk masyarakat desa. Memberikan edukasi masyarakat tentang bahaya kabut asap. Memberi pelayan kesehatan masyarakat bahkan secara gratis. Dan menyediakan ruang aman asap 24 jam untuk warga kota, kedatangan kita ke DPRD Kalteng dalam rangka audiensi,” kata Nanda.

    Dikatakan, sebelumnya pihaknya juga telah bertemu Gubernur Kalteng Sugianto Sabran. Dalam pertemuan itu, Gubernur sudah menandatangani tuntutan mereka.

    “Tuntutan kami agar nama-nama perusahaan itu harus disebutkan semua dan dibuka ke publik dan ditindak tegas, serta diberikan sanksi,” kata Nanda.

    Sementara Ketua Komisi I DPRD Kalteng Y Freddy Ering mengatakan, pihaknya menyambut baik adanya gerakan atau kepedulian para pemuda tersebut yang telah melaksanakan kegiatan nyata dilapangan. Oleh sebab itu, dalam pertemuan tersebut, pihaknya memberikan dukungan penuh dengan menandatangi tuntutan yang disampaikan perwakilan para pemuda tersebut.

    Berita Terkait :  Wabup Muba: Jangan Sampai Karhutla Ini Seperti Perayaan Ultah

    “Mereka audiensi agar ada keseriusan pemerintah pusat dan daerah termasuk dewan dalam rangka menanggulangi karhutla dengan berbagai dampaknya, sampai kesehatan, pembuatan ruang anti asap. Saya kira mereka bagus sekali, kita apresiasi lah mereka,” kata Freddy.

    Tinggalkan Balasan