Berita

 Network

 Partner

PT IKSG
Kades Socorejo (baju putih) saat menemui korban PHK massal PT IKSG, Senin (18/5)

Kades Socorejo Dukung Pemogokan Korban PHK Massal PT IKSG

Berita Baru, Tuban – Kepada Desa Socorejo Jenu Tuban, Z. Arief Rahman Hakim (Kang Arief) pada Senin (18/5) menemui korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) PT Industri Kemasan Semen Gresik (IKSG) yang sedang mogok kerja.

Kades ring 1 PT IKSG itu mendukung aksi mogok kerja. Kang Arief bersama Kades Temaji dan Karangasem Jenu meminta aksi dilakukan dengan damai dan tidak anarkis. 

“Kami akan melakukan mediasi dengan manajemen IKSG di fasilitasi Forkopimcam Jenu di Pendopo Kecamatan Jenu,” kata Kang Arief.

Dilansir dari Bloktuban.com, sejak Senin (18/5) tadi, sektor produksi di IKSG lumpuh. Lebih dari 300 pekerja memilih untuk berhenti bekerja, karena tidak setuju dengan kebijakan manajemen.

Berita Terkait :  Aktivis PMII Kecam Keras Rencana Penambangan Pasir Laut di Bawean

Koordinator pekerja IKSG, Agus Siswoto mengungkapkan sebelum aksi mogok kerja pagi tadi pekerja masuk dan bekerja seperti biasa. Perwakilan pekerja kemudian komunikasi dengan pihak manajemen.

“Hasilnya deadlock, IKSG tetap menjalankan PHK massal,” terang Siswoto di lokasi aksi.

Total pekerja yang di PHK di masa pandemi Covid-19, lanjut Siswoto ada 82 orang. 26 pekerja diantaranya dari PT VUFA dan 56 orang lainnya dari PT TRUBA.

Info yang beredar PHK di IKSG ini berlangsung dua tahap, dan hampir 160 pekerja akan diputus kontrak kerjanya. Oleh karena itu pekerja menolak kebijakan ini.

Ketika berdialog, manajemen IKSG mengatakan jika PHK ini karena kondisi pandemi. Untuk di karyawan di PT TRUBA rata-rata pekerja lama yang sudah bekerja lebih dari 25 tahun.

Berita Terkait :  PT SI Cemari Lingkungan, LSM GROUP Gruduk Pemkab Tuban

“Tawaran dari pekerja janÄ£an ada PHK di masa pandemi. Kedua tolonglah hargai pengabdian puluhan tahun karyawan ini,” serunya.

Dijelaskan Siswoto 82 pekerja yang di PHK ini statusnya outsourching. Hasil negosiasi yang telah dilakukan, pihak IKSG tetap bersikukuh dengan keputusan awal.

Rencananya aksi mogok kerja akan berlangsung, hingga ada keputusan baik dari manajemen. Diantaranya memprioritaskan pekerja lama tetap bekerja di anak perusahaan PT Semen Indonesia tersebut.