Jepang dan AS Telah Mengangkut Ratusan Warganya dari Wuhan

(Foto : The Guardian)

Berita Baru, Internasional – Jepang dan AS telah mengangkut ratusan warga mereka dari Wuhan, setelah pemerintah China melaporkan jumlah korban tewas akibat wabah Virus Corona meningkat tajam.

Sebagaimana dilansir dari The Guardian, Rabu (29/1), sebuah pesawat yang disewa pemerintah Jepang telah mengangkut sebanyak 206 orang pada Rabu (29/1) pagi dari Wuhan menuju Tokyo.

Para pejabat mengatakan terdapat empat penumpang (seorang wanita dan tiga pria) yang menderita batuk dan demam dan telah dibawa ke rumah sakit dengan ambulan terpisah untuk perawatan dan tes lebih lanjut.

Juru bicara utama pemerintah, Yoshihide Suga, mengatakan belum ada konfirmasi apakah mereka terinfeksi virus.

Salah satu warga Jepang, Takeo Aoyama, mengatakan dia lega berada di rumah. “Kami merasa semakin tidak nyaman ketika situasinya berkembang begitu cepat dan kami masih berada di kota.”

“Kami tidak dapat bergerak dengan bebas, jadi kami hanya memiliki informasi parsial. Pembatasan arus barang dan transportasi sangat ketat,” tambahnya.

Komisi kesehatan nasional China mengatakan pada hari Rabu (29/1), total kematian akibat virus naik 26 dari hari Selasa menjadi 132 orang dan 1.500 kasus baru. Jumlah kasus keseluruhan yang dikonfirmasi total menjadi 5.974 dengan hampir semua kasus terbaru berada di provinsi Hubei.

Pemerintah AS juga mengatakan bahwa sebuah pesawat carteran telah mengangkut sekitar 200 warga negara AS termasuk staf konsulat AS dari Wuhan pada Rabu pagi (29/1).

“Para pelancong ini akan diperiksa dan dipantau dengan hati-hati untuk melindungi kesehatan mereka, serta kesehatan dan keselamatan sesama warga Amerika,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Morgan Ortagus.

Kebijakan itu diikuti oleh Uni Eropa yang akan menerbangkan warganya dua pesawat Perancis untuk mengevakuasi warganya minggu ini, begitu juga dengan Korea Selatan dan Inggris yang sedang menyelesaikan rencana pemulangan warga dari Wuhan.

British Airways mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka telah menangguhkan semua penerbangan langsung dari maupun menuju ke China, setelah pihak berwenang Inggris memperingatkan untuk tidak melakukan perjalanan ke wilayah itu kecuali sangat penting.

Situs web maskapai juga tidak melayani penerbangan langsung ke China pada bulan Januari dan Februari.

“Kami meminta maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan ini, tetapi keselamatan pelanggan dan kru kami selalu menjadi prioritas kami,” kata BA dalam sebuah pernyataan.

Facebook Comments
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini