Berita

 Network

 Partner

Jaga Ekosistem Alam, Legislator Bersama Nelayan Gresik Tanam Mangrove di Kali Mireng

Jaga Ekosistem Alam, Legislator Bersama Nelayan Gresik Tanam Mangrove di Kali Mireng

Berita Baru, Gresik – Peduli terhadap keberlangsungan ekosistem alam terutama di kawasan perbatasan industri, Anggota Komisi II DPRD Gresik Hudaifah bersama para nelayan Desa Manyarsidomukti Kecamatan Manyar melaksanakan kegiatan tanam pohon mangrove dalam rangka memperingati Hari Konservasi Mangrove Internasional. Lokasi penanaman di bantaran sungai Kali Mireng, lebih tepatnya di wilayah yang bersebelahan dengan kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate atau JIIPE Manyar Gresik.

Penanaman sebanyak 200 pohon mangrove yang juga diikuti oleh perwakilan JIIPE dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gresik ini selain sebagai bentuk kepedulian juga bentuk cinta terhadap lingkungan. Terlebih bantaran Kali Mireng merupakan area perbatasan yang paling dekat dengan kawasan industri.

Ketua Nelayan Manyarsidomukti, Isharul Munir mengatakan, penanaman pohon mangrove ini sebagai upaya melestarikan hutan mangrove yang sangat besar manfaatnya bagi kehidupan manusia, khususnya para nelayan.

“Gerakan tanam mangrove ini sebagai upaya penyeimbang lingkungan dan menjaga ekosistem hutan mangrove yang sangat bsear manfaatnya bagi kehidupan manusia, khususnya para nelayan,” katanya.

Munir menambahkan, selain penanaman bibit mangrove, para peserta yang hadir juga membersihkan batang tanaman mangrove yang gagal tumbuh. Mereka juga memberikan edukasi akan pentingnya menjaga ekosistem alam.

“Selain menanam mangrove, kami juga membersihkan batang pohon yang mati, sehingga kita tanami lagi dengan bibit yang baru agar bisa tumbuh kembali, namanya penyulaman atau mengganti tanaman yang mati, kita juga memberikan edukasi pentingnya melestarikan ekosistem alam,” ucapnya.

Berita Terkait :  Aksi Tolak KEK, ForKot Tolak Humas JIIPE Beri Penjelasan

Sementara Perwakilan Pokdarwis Kabupaten Gresik, Sekar Arum menuturkan, wilayah yang berbatasan dengan kawasan industri sangat perlu perhatian khusus untuk menjaga keseimbangan alam. Terlebih hutan mangrove merupakan penghasil oksigen dan bisa menyerap polusi dari industri.

“Gresik kota industri yang penuh dengan polusi. Untuk menjaga keseimbangan alam perlu dilakukan pelestarian lingkungan terutama Mangrove. Mangrove sangat diperlukan karena selain sebagai penghasil oksigen juga menyerap polusi,” tukasnya.

Disisi lain, Anggota Komisi II DPRD Gresik Hudaifah mewanti-wanti kepada pihak JIIPE agar senantiasa menjaga dan melestarikan ekosistem hutan mangrove yang berada di area Kali Mireng.

“Saya berpesan kepada pihak perwakilan JIIPE tadi yang hadir kebetulan Pak Mifti Haris agar keberadaan hutan mangrove di area Kali Mireng Manyar ini senantiasa dilestarikan, karena yang terdampak secara langsung adanya industri JIIPE ini adalah Manyar komplek,” tegasnya.

Berita Terkait :  Melaju ke Provinsi, Kemenag Gresik Berikan Apresiasi Siswa-Siswi Pemenang KSM Tingkat Kabupaten

Legislator perempuan ini juga berharap hutan mangrove Kali Mireng nantinya bisa menjadi destinasi wisata dan menjadi pusat edukasi pelestarian alam.

“Saya berharap adanya hutan mangrove di Kali Mireng ini bisa dilestarikan sehingga kedepan bisa menjadi destinasi wisata dan pusat sekolah alam, dan saya akan mengawalnya,” tutupnya.