Israel: Warga Mengutuk Penangkapan Imam Senior Palestina

-

Berita Baru, Internasional  Komite Tindak Lanjut Tinggi untuk Warga Arab Israel (HFC) mengutuk penangkapan Imam Masjid Agung Omari di kota Lod saat fajar (17/6).

Penangkapan tersebut, adalah bagian dari “kampanye terorganisir yang menargetkan tokoh-tokoh politik dan kepemimpinan.” Ujar Muhammad Baraka selaku Presiden HFC.

Dilansir dari Middle east monitor (18/06), tidak kurang dari 1.800 aktivis telah ditangkap oleh otoritas Israel selama beberapa minggu terakhir.

Penangkapan Sheikh Al-Baz terjadi kurang dari 24 jam setelah anggota Knesset Itamar Ben-Gvir mengirim surat kepada Shlomi Abramson.

Shlomi Abramson merupakan Direktur Unit Investigasi untuk Misi Khusus di dinas kepolisian

Dalam  penyelidikan Knesset minggu ini  Abramson membantah di depan Ben-Gvir bahwa ia telah menerima keluhan terhadap imam. Surat Ben-Gvir inilah yang digunakan untuk menangkap Syekh Al-Baz.

Berita Terkait :  Think Tank: Beijing Bukan Satu-Satunya Reklamasi Pulau Laut China Selatan di Vietnam
Berita Terkait :  Rusia dan Eropa Kompak Tuduh AS Melanggar Hukum

“Ben-Gvir adalah pengikut Meir Kahane, seorang teroris terkenal pada zamannya. ujarnya.

menurut HFC, Ben-Gvir adalah aktor yang memimpin kampanye penghasutan berdarah terhadap rakyat Palestina.

Baraka juga menambahkan,  “kejadian ini menunjukkan sejauh mana dogma ilegal Kach telah menyusup ke koridor rezim Israel.”

selain itu dikabarkan salah satu anggota senior komite, Muhammad Kanaana, juga ditangkap.

Ia diduga telah menghasut masyarakat untuk menghadapi gerombolan pemukim Israel yang terlibat dalam “Pawai Bendera” sayap kanan melalui Yerusalem awal pekan ini.

 Di media sosial beberapa video  yang mengekspos rasisme dan kebencian yang memalukan dari para demonstran dan  banyak dari mereka adalah anak-anak, telah tersebar dan menjadi perbincangan publik.

Berita Terkait :  Rusia dan Eropa Kompak Tuduh AS Melanggar Hukum
Berita Terkait :  Buruh akan Aksi Tiap Minggu Bela Palestina

HFC meyakini bahwa hari-hari kekuasaan militer di Israel telah kembali. “Sepertinya badan-badan intelijen adalah pemerintah sebenarnya dari negara ini,” tambahnya.

 “Massa tidak akan terintimidasi oleh kampanye ini. kami akan menghadapi mereka, dan tetap teguh di jalan perlawanan dalam menghadapi para penindas.” Tutup Barakah dalam Konpersi Pers tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Berita Terkait :  Kasus COVID-19 Di Tokyo Melonjak

TERBARU