India Membutuhkan Hujan untuk Menaikkan Pertumbuhan Ekonomi

-

Beritabaru.co, Internasional – India membutuhkan hujan tahun ini untuk memperbaiki kwalitas tanam, agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dari sektor pertanian.

Mngutip  data dari Departemen Meteorologi India, Juni tahun ini  tercatat sebagai  musim hujan paling gagal. Dimana total curah hujan 33% di bawah rata-rata sejak 50 tahun terakhir. Hal ini berakibat besar terhadap hasil pertanian di India dan mempengaruhi laju ekonomi secara keseluruhan, kata para analis.

“Penaburan bibit tanaman kharif (beras, jagung, sorgum dan kapas) secara besar-besaran hingga 50% di India terjadi pada bulan Juli, dimana curah hujan sudah sedikit bertambah. Ini adalah bulan paling kritis dalam sektor pertanian,” tulis  para peneliti dari Citi, lembaga reseach di India, dalam sebuah laporan pekan lalu.

Berita Terkait :  India Laporkan Kasus Virus Corona Terbaru di Korola
Berita Terkait :  Facebook Akan Tekan Peredaran ‘Berita Kesehatan’

Dikutib dari CNBC, Kamis (11/07/2019), secara ekonomi dan politik, sektor pertanian di India sangatlah penting. Sebab, Industri ini menyumbang sekitar 14%  ekonomi negara, atau kira-kira sebesar  $ 2,7 triliun dan 42% dari total pekerjaan, menurut Rajiv Biswas, kepala ekonom di Asia Pasifik untuk konsultasi IHS Markit.

Ekonomi sektor pertanian India secara keseluruhan sangat bergantung terhadap musim hujan, karena curah hujan yang buruk dapat secara signifikan mengurangi produksi pertanian. Sekitar 55% tanah subur India bergantung pada hujan, musim hujan dapat mempengaruhi aktivitas ekonomi di sektor pertanian dan industri yang terkait dengannya.

Pertumbuhan ekonomi India merosot menjadi 5,8% pada periode Januari-Maret.  Sedang  dalam tiga bulan sebelumnya mencapai 6,6%. Kemerosotan ini disebabkan buruknya kondisi industri pertanian dan manufaktur.

Berita Terkait :  Israel Mengkonfirmasi Kasus Virus Corona Kedua dari Diamond Princess
Berita Terkait :  Catat Lonjakan Kasus Harian Tertinggi Di Dunia, Rumah Sakit Intensif Covid-19 India Terbakar

“Jika pendapatan pertanian merosot oleh musim hujan yang buruk, itu juga berdampak negatif pada hasil pemrosesan ritel perdagangan hasilpertanian dan layanan lainnya di daerah pedesaan,” kata salah satu tim peneliti Citi.

Sebuah lembaga think tank India mengatakan dalam sebuah laporan tahun lalu bahwa 21 kota di India termasuk New Delhi, Hyderabad dan Chennai, dapat kehabisan air  pada tahun 2020.

Selain berkurangnya curah hujan dalam beberapa tahun terakhir, faktor-faktor termasuk meningkatnya permintaan dan penggunaan air yang tidak efisien telah berkontribusi terhadap kekurangan air di India, kata Radhika Rao, seorang ekonom di bank Singapura DBS.

Penulis : Nafisa Fiana
Sumber : cnbc
Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Berita Terkait :  Ekonomi Sufisme | Catatan Ramadan: Ahmad Erani Yustika

TERBARU

Facebook Comments