Hutan Terancam, Ini Strategi Kabid Perlindungan Hutan DKLH Provinsi Papua Aries Toteles

Aries Toteles Ap, Kepala Bidang Perlindungan Hutan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua, dalam sesi Perspektif beritabaru.co pada Senin (22/3

Berita Baru, Tokoh – Seiring meningkatnya bencana ekologis, Papua dengan sekitar 30 juta hektare hutannya adalah wilayah yang diandalkan, setidaknya sebagai paru-paru dunia.

Menurut Aries Toteles Ap, Kepala Bidang Perlindungan Hutan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua, dalam sesi Perspektif beritabaru.co pada Senin (22/3), ketika Papua diandalkan atau menjadi kawasan strategis, maka melindungi alam adalah pekerjaan bersama, bukan sebatas Papua, bukan juga hanya Indonesia, tetapi dunia.

“Karena tugas bersama, maka harapan saya, mereka itu tidak hanya bicara di seminar-seminar, tidak hanya ingin ini, itu, menuntut, menuding, tetapi juga harus ada solusi dan langkah jelas. Semisal masyarakat papua tidak boleh menebang pohon misalnya, maka solusinya, untuk kebutuhan ekonomi misalnya, apa?” Kata Aries dalam acara yang diselenggarakan beritabaru.co bekerja sama dengan The Asia Foundation, UKaid, dan The David Lucile and Packard Foundation ini.

Tentang strategi kreatif dalam mengelola hutan, Aries melanjutkan, Provinsi Papua sudah memberlakukannya dan itu murni diarahkan kepada perempuan sebagai pengelola.

Beberapa darinya adalah program ekowisata, produksi sari jahe merah, kayu putih, batik papua dengan pendekatan eco-print, kopi pinang, dan sebagainya. Beberapa strategi ini adalah bentuk konkret dari pengelolaan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK).

“Semua ini, kecuali yang ekowisata barangkali ya, kuasa kelolanya jatuh ke para mama. Untuk urusan jahe misalnya, yang lebih teliti soal ini tentu mama-mama itu,” jelasnya dalam acara bertajuk Peran Perempuan dan Tantangan Bencana Ekologis di Tanah Papua ini.

Dengan ungkapan lain, Aries mengakui bahwa Pemerintah Papua sudah semaksimal mungkin melakukan pengelolaan sekaligus penjagaan hutan baik di level kebijakan ataupun praktik termasuk melibatkan para perempuan yang memang memiliki kedekatan khas dengan hutan.

“Jadi di sini, yang sedang kami kerjakan adalah bagaimana membuatnya lebih efektif. Dan di atas semuanya, ayolah kita bersama-sama menjaga hutan papua demi anak cucu kita nanti,” pungkas Aries.

Facebook Comments
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini