Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

HIPMA MPH Mengecam Segala Bentuk Tindakan Penghinaan terhadap Identitas Bangsa
Ferdy Oktavianus Selaku Ketua Umum HIPMA MPH.

HIPMA MPH Mengecam Segala Bentuk Tindakan Penghinaan terhadap Identitas Bangsa



Berita Baru, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Pelajar dan Mahasiswa (HIPMA) MPH Community Indonesia mengecam tindakan penghinaan terhadap lagu Indonesia Raya dan Simbol garuda Pancasila. Parodi lagu tersebut diunggah oleh MY ASEAN, channel youtube yang diduga milik warga Malaysia.

“Indonesia raya dan garuda Pancasila merupakan simbol sakral bagi NKRI yang harus dijaga, elemen tersebut merupakan identitas bangsa Republik Indonesia. Maka kami selaku kader nasionalis mengecam tindakan penghinaan identitas negara melalui video tersebut,” ujar Ferdy Oktavianus Selaku Ketua Umum HIPMA MPH.

“Maka sesuai motto kita yaitu “Cinta Pancasila dan Jaga NKRI”, Dengan adanya video tersebut yang memuat pelecehan terhadap garuda pancasila sebagai simbol negara, maka kami rasa video tersebut merupakan penghinaan terhadap bangsa Indonesia ” imbuhnya.

Menurutnya, hinaan melalui video itu dimulai dengan latar belakang bendera Merah Putih. Dalam video itu, bukan lirik Indonesia Raya saja yang diubah, tapi juga Garuda Pancasila yang diubah menjadi ayam. Sedangkan di sisi kanan dan kiri ayam tersebut, terdapat gambar kartun tengah kencing dengan wajah karakter cukup menghina.

“Bahkan dalam video tersebut tercuit hinaan terhadap Presiden pertama Republik Indonesia yaitu Ir. Soekarno dan Presiden Republik Indonesia yaitu Pak Jokowi,” tegasnya.

 “Saya berharap Kedutaan RI di Malaysia dapat bekerjasama dengan pihak kepolisian Malaysia agar dengan cepat dapat menangkap pelaku yang melecehkan simbol NKRI. Bahkan dalam lirik video tersebut berisikan cuitan pelecehan terhadap pemimpin negara kita yaitu Pak Presiden Jokowi,” imbuh Ferdy.

Ferdy mendesak aparat penegak hukum segera menangkap pihak yang melecehkan simbol garuda Pancasila dan melecehan pak presiden, dikarenakan hal tersebut merupakan penghinaan terhadap NKRI secara terang-terangan.

“Maka kami selaku kader bangsa nasionalis tidak terima terhadap perbuatan pelecehan tersebut,” tegas Ferdy.

Sementara itu, video pelecehan berdurasi 1.30 menit yang dibagikan akun MY Asean sudah tidak bisa ditemukan di YouTube. Meski begitu, channel tersebut tetap ada.

Pelecehan lagu Indonesia Raya itu berisikan lirik yang menghina Indonesia dengan kata-kata yang sangat tidak pantas. Presiden Joko Widodo dan Presiden pertama Indonesia, Soekarno, juga ikut diparodikan dengan tidak pantas bahkan lambing persatuan Pancasila pun dilecehkan dalam video tersebut.