Berita

 Network

 Partner

Gerakan Tuban Menulis
Poster lounching buku karya anggota GTM.

Harlah ke-5, Berikut Cerita Perjalanan Gerakan Tuban ‘Mbacot’ eh Menulis

Berita Baru, Tuban – Genap sudah Gerakan Tuban Menulis (GTM) berusia 5 tahun. Tepat pada tanggal 01 Februari 2020 lalu, komuitas literasi yang dipelopori oleh anak-anak muda Tuban itu merayakan hari jadi dengan diskusi film “The Bajau”.

Dikutip dari laman facebook pribadi salah satu Founder GTM, Amrullah Ali Mubin (Bung Aam) menceritakan awal berdiri dan perjalanan GTM.

Melalui postingan yang terbit pada Rabu (05/02) malam, Bung Aam menulis, GTM justru lahir dari kegemaran anggotanya Mbacot alias ngobrol berlarut-larut tak berpangkal dan tak berujung.

“Setiap yang kami lakukan awalnya hanya ndobos saja. Intinya hanya omongan di warung kopi yang pastinya konyol kalau direalisasikan,” tulis Aam, membuka cerita.

Berita Terkait :  Ajari Berdemokrasi lewat Pemilihan OSIS, MAN 1 Tuban Diapresiasi KPU

Dosen muda IAIN Tulungagung itu mengakui keanggotan GTM mulanya tidak memiliki kompetensi menulis.

“Sebagai komunitas bau kencur yang tidak punya kompetensi dalam bidang tulis menulis, kami nekat untuk memproduksi buku. Sekali lagi, tak ada sastrawan di komunitas. Kami hanya kumpulan para pembual milenial (baca: judul bukunya W. Risikawan),” lanjutnya.

“Setiap ketemu kami hanya membual hingga mulut kami berbusa. Gibah intelektual sebagai dalil dalam setiap omongan,” terang Aam.

Mereka yakin, adigium “ghibah adalah pijakan awal untuk mengungkap suatu kebenaran,”.

Bukan Mbacot Tapi Menulis

Hingga akhirnya, mereka dibuat marah oleh ucapan “GTM itu Gerakan Tuban Mbacot atau Menulis”. Sejak saat itu, anggota GTM terlecut dan bersepakat untuk serius menulis. Mereka bertekat gemuruh GTM tidak hanya di mulut, tetapi harus menggema lewat tulisan.

Berita Terkait :  Tenaga Kerja Lokal Mayoritas Harus Warga Lokal

“Makhluk-makhluk aneh yang tergabung di sini akhirnya membulatkan tekat. Segera ingin membuktikan pada planet ini untuk bisa menyuguhkan karya monumental ini.”

Harlah ke-5, Berikut Cerita Perjalanan Gerakan Tuban ‘Mbacot’ eh Menulis
Buku Karya Anggota GTM

Dalam tulisannya, Bung Aam mengaku tercengang melihat semangat anggota yang hidupnya sudah terpapar banyak masalah keluarga namun tetap teguh dalam berliterasi. Katanya, mereka membuktikan, meski sudah beranak pinak tapi energi berliterasi masih sangat banyak.

“Tuban memang bukan Jogjakarta yang setiap harinya buku lahir seperti jerawat. Tuban juga bukan Malang yang terus melahirkan karya karya monumental.”

“Kami hanya tidak ingin malu pada Sunan Bonang yang punya banyak karya. Persembahan ini harapannya bisa membuat Mbah Mbonang tersenyum bahagia. Selain itu, gemuruh perlawanan Ronggolawe pun kami hidupkan di setiap tulisan,” pungkasnya.

Berita Terkait :  Tinjau Pembelajaran Tatap Muka, Muda : Ini Telah Melalui Proses Panjang

Dimulai dari pembuatan website tubanliterasi.com–yang berganti menjadi tubanliterasi.id—, GTM pun kemudian menerbitkan buku karya anggota.

Masih dalam suasana euforia harlah GTM ke-5, Bung Aam menginformasikan acara launching buku terbaru karya Anggota GTM. Acara diselenggarakan pada tanggal 08 Februari 2020, di Agrobis Blimbing Tasikmadu, Tuban. [AD]