Gereja Kristen Irak Peringatkan Swedia Bahaya Islam Radikal

Islam Swedia
Muslimah Swedia.

Berita Baru, Internasional – Di antara orang-orang Kristen Irak, terdapat kepercayaan yang menyebar luas bahwa banyak negara di Eropa seperti Swedia dan Prancis secara naif menerima terlalu banyak Muslim/Islam dari Timur Tengah.

Dilansir dari Sputniknews, Senin (02/12), hal itu sebagaimana diyakini salah seorang pekerja Gereja Kristen Irak, Layla. Di majalah Kristen Varlden Idag, Layla menilai pemerintah Eropa mengambil risiko adanya peningkatan pengaruh Islam di pemerintahan.

“Kami yang tumbuh di sini tahu apa itu Islam. Bukan orang-orang Muslim yang saya peringatkan, tapi ideologinya. Meskipun sebagian besar Muslim tidak percaya pada jihad, mereka percaya pada Muhammad,” tulisnya.

“Mereka percaya bahwa semua orang harus menjadi Muslim dan bahwa ada hadiah di surga bagi mereka yang membawa orang ke Islam.” lanjutnya.

Layla juga mewanti, jika kaum Islamis mendapatkan kekuasaan, mereka tidak akan memperlakukan kita sesuai dengan hak asasi manusia, tetapi menurut hukum Syariah.

“Cintai orang Muslim, tapi waspadalah. Yesus berkata kita harus licik seperti ular dan lugu seperti merpati.” Pungkas Layla mendesak untuk tidak menyerah pada tekanan apa pun.

Sementara itu, Pakar Islam dari Universitas Lund dan Universitas Jonkoping, Rickard Lagervall, menilai kecil kemungkinan kaum Islamis akan mengambil alih Swedia dalam waktu dekat, karena mereka adalah minoritas.

Alasan lain adalah bahwa kaum Islamis adalah kelompok yang terpecah, mencakup tidak hanya simpatisan dan jihadis Daesh, tetapi juga kaum Salafi ‘puritan’ yang besar kemungkinan tidak bergelut dalam ranah politik.

Berita Terkait :  Greta Thunberg Beri Support Gerakan Iklim Kaum Muda di AS

Pada saat yang sama, Lagervall mengakui bahwa Muslim radikal mencoba mempengaruhi Muslim moderat untuk menjadi lebih kaku.

Jumlah Muslim di Swedia telah meningkat secara dramatis dalam beberapa dekade. Pada tahun 1950, hanya ada 500 Muslim di negara Skandinavia. Saat ini diperkirakan telah melebihi 800.000, sebesar 8,1 persen peningkatan dari populasi, menurut Pusat Penelitian Pew.

Sebuah survei tahun 2018 oleh lembaga yang sama memperkirakan jumlah Muslim di Swedia mencapai 4,5 juta secara demografi dan imigrasi, hingga surat kabar Kristen Dagen mengkhawatirkan salib Swedia akan digantikan oleh bulan sabit.

Adapun Aje Carlbom, profesor antropologi sosial di Universitas Malmö, juga sepakat adanya potensi Islam akan mengambil alih Eropa.

Dia menekankan bahwa banyak Muslim menjadi sekuler dan dengan demikian memiliki lebih sedikit anak. Pada saat yang sama, ia membayangkan ketegangan yang jelas antara Swedia dan komunitas Muslim, terutama kelompok radikal.

Sumber : SpunikNews.

Tinggalkan Balasan