Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Aktis MPR Madura Raya
Aktivis Majelis Pemuda Revolusi Madura Raya (MPR Madura Raya) saat aksi di Kantor Bupati Sumenep. (Foto: Lima Detik)

Geram! Tak Serius Tutup Galian C Ilegal, Aktivis MPR Madura Raya Geruduk Bupati Sumenep

Berita Baru, Sumenep – Aktivis Majelis Pemuda Revolusi Madura Raya (MPR Madura Raya) kembali menggelar demonstrasi di kantor Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kamis (27/1).

Korlap aksi aktivis MPR Madura Raya mengatakan bahwa tuntutan yang mereka bawa masih sama, yaitu terkait tambang galian C ilegal di Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding.

Meskipun pihaknya memahami terkait penutupan tambang galian c ilegal di Gadu Barat dan di tempat lainnya merupakan hak pemerintah Provinsi dan Pusat.

Namun, aktivis MPR Madura Raya menilai, Pemkab Sumenep, Bupati Achmad Fauzi, harus berani melaporkan karena sudah merusak lingkungan dan banyak merugikan masyarakat.

“Ini jangan lagi berbicara hak penutupan galian C ilegal, jika memang itu merupakan haknya pemerintah di atasnya (pusat/provinsi) kami aktivis MPR Madura Raya sudah paham. Tapi sekarang yang menjadi persoalan berani apa tidak Bupati kita melaporkan pemilik tambang galian c ilegal ini ke Polres Sumenep” kata, M. Shohir.

Menurut Shohir, pihaknya sudah melakukan audiensi bersama pihak Pemkab Sumenep pada tahun lalu, dan melakukan aksi demonstrasi. Tapi tidak ada tanggapan dari Pemkab.

“Kok tiba-tiba saat ini baru muncul surat permohonan Pemkab Sumenep minta difasilitasi ke Pusat terkait penutupan tambang galian C ilegal, kemarin-kemarinnya kemana pak” tegas para pendemo saat ditemui asisten dua Pemkab Sumenep, H.Ahmad Masuni.

Saat aksi berlangsung, para aktivis MPR Madura Raya mencoba memaksa masuk ke Kantor Pemkab untuk menemui Bupati Achmad Fauzi karena tidak kunjung keluar menemui para massa aksi.

“Galian c, khususnya yang berada di Gardu Barat berdampak negatif. Kami masyarakat Gardu Barat sangat dirugikan dengan adanya pertambangan ilegal,” ujar orator saat aksi di depan kantor bupati.