Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Dr. Fachrizal
Dr. Fachrizal Afandi, Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang, Ketua Asosiasi Studi Sosio Legal Indonesia (ASSLESI) Periode 2021-2024. (Foto: Beritabaru.co/Sc)

Fachrizal Afandi Pimpin Pengurus Pusat ASSLESI

Berita Baru, Jakarta – Sejumlah akademisi di Indonesia menginisiasi terbentuknya Asosiasi Studi Sosio Legal Indonesia (ASSLESI) untuk memperkuat jejaring penstudi sosio-legal di kampus maupun di luar kampus sebagai gerakan pemikiran untuk perubahan kebijakan yang lebih adaptif terhadap upaya pendidikan hukum.

Hadirnya ASSLESI diharapkan menjadi wadah bagi para pengajar terkait sosio-legal untuk saling berbagi materi, metode dan teknik pengajaran materi yang mereka ampu. Sehingga dapat menghubungkan para peneliti multi disiplin di luar kampus dengan para akademisi sosio-legal di kampus.

Tim Formatur akhirnya merancang strategi program serta menyusun kepengurusan dan dari hasil musyawarah ditetapkan Fahcrizal Afandi, dari Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang, sebagai pimpinan Pengurus Pusat ASSLESI 2021-2024.

Sebagai pimpinan terpilih, dalam acara diskusi daring bertema “Socio-Legal Master Class: Resillience in The Time of Crisis: Justice, Access, and Participation”, Fahcrizal Afandi diberikan kesempatan untuk launching ASSLESI  secara langsung.

“Kita bermimpi bersama untuk mewujudkan pendidikan hukum yang baik dan ideal. Serta juga memilki pemihakan terhadap prinsip-prinsip kebenaran, negara hukum dan keadilan,” kata Fahcrizal Afandi saat launching ASSLESI, Senin (8/11).

Secara umum, Fahcrizal menyebut kampus yang terlibat di dalam kepengurusan awal terdapat 18 Universitas atau Fakultas Hukum dengan total pengurus 37 akademisi. Di dalam struktur, formatur juga menyertakan 6 akademisi sebagai Tim Penasehat.

“Saya cukup senang jika ada yang berkenan ingin bergabung , termasuk yang pemerhati sosio-legal yang tidak berkewarganegaraan Idonesia. Karena siapapun bisa bergabung di sini,” tuturnya.

Fahcrizal menyebut, dalam menjalankan amanat organisasi, pertama yang akan dilakukan adalah meletakkan dasar atau pondasi keorganisasian, menata kelembagaan dan sembari melakukan penguatan jejaring. Dan yang konkrit melanjutkan dua tahunan konvensi sosio-legal.

“Konvensi sosio-legal internasional yang ke-4 akan kita selenggarakan. Dan harapan kita juga, dari teman-teman pemerhati dan penstudi sosio –legal yang ada diseluruh Indonesia saling bisa berkolaborasi dan memajukan bersama-sama pendidikan hukum,” pitanya.

Sementara, Prof. Adriaan Bedner sebagai Tim Formatur menyebut bahwa kehadiran ASSLESI cukup bagus untuk perkembangan keilmuan sosio-legal di Indonesia dalam menghadapi perubahan dan tantangan zaman ke deapan. “Senang sekali saya hari ini. Pada akhirnya ASSLESI menjadi satu asosiasi, setelah kita mencoba untuk membangunnya sejak beberapa tahun yang lalu,” ujarnya.

Ia berharap ASSLESI produktif memproduksi keilmuan. “Harapan saya ASSLESI akan berbunga dan akan melahirkan banyak karya ilmiah yang baik. Harapan saya, orang dari luar negeri juga bergabung dan jadi anggota ASSLESI untuk bekerjasama. Dan memang penting sekali ada institusional organisasi seperti ini,” tutur Prof. Adriaan.

Prof. Tim Lindsey yang juga terlibat mengawal pembentukan ASSLESI menyampaikan bahwa ASSLESI sudah lama dibutuhkan di Indonesia. “Dan ini merupakan langkah yang sangat penting, mudah-mudahan semacam revolusi yang bisa mendorong pembaharuan di pendidikan hukum di semua tingkat di Indonesia. Baik di Universitas maupun di pemerintah,” katanya.

“Sekali lagi, ini sesuatu yang sangat dibutuhkan yang bisa berperan dalam pembaharuan hukum pada umumnya dan khususnya di bidang pendidikan. Harus ada ambisi juga untuk mewujudkan dalam dunia real,” tukas Prof. Tim.

Berikut Daftar Pengurus Pusat  ASSLESI 2021-2024:

Dewan Penasehat: Prof Sulistyowati Irianto (UI), Prof Sigit Riyanto (UGM), Prof Kurnia Warman , (UNAND), Dr. Imam Koeswahyono (UB), Dr. Tristam Muliono (UNPAR), Dr. Saleh Sjafei, (FH Unsyiah)

  • Ketua ASSLESI:  Dr. Fachrizal Afandi (UB)
  • Sekretaris: Dyah Wirastri, PhD (UI)
  • Bendahara: Lena Hanifah, PhD (ULM)

Komisi Program: Dr. Dian Rositawati (Jentera), Milda Istiqomah, PhD (UB), Lilis Suryani, PhD (BRIN), Rival Ahmad, LLM (Jentera), Santy Kouwagam, PhD (Unhas), Bilal Dewansyah, LLM (Unpad), Tirtawening, LLM (UI).

Komisi Kesekretariatan: Dr. Devi Rahayu (Univ Trunojoyo), Prischa Listiningrum (UB), Riaundsyah, MH (Unram), Muhammad Muhdar (Unmul).

Komisi Kerja sama dan pengembangan Jaringan: Mirza Satria Buana, PhD (ULM), Dr. Herlambang Wiratraman (UGM), Yance Arizona, MA (UGM), Dr. Herdiansyah Hamzah (UNMUL), Rambu Susanti (Unkriswina).

Komisi Pendidikan dan Pelatihan: Dr. Lidwina Inge (UI), Widodo Dwi Putro (Unram), Amira Paripurna, PhD (FH Unair), Dr. Awaludin Marwan (Ubhara), Dr. M Latif Fauzi (UIN Surakarta), Dr. Liven Rafael FH UKAW.

Komisi Riset dan Publikasi Ilmiah: Dr. Rikardo Simarmata (UGM), Ken Setiawan, PhD, Joeni Arianto Kurniawan, PhD (UNAIR), Rifqi Assegaf, PhD (Jentera),Dr. Ravency Vania (UNPATTI), Muhammad Bahrul. LLM (Unej), Dyah Prawestri, MH (UB)