Berita

 Network

 Partner

Enggan Dilintasi Truk Tonase Besar, Warga Pulopancikan Gresik Tolak Buka Portal

Enggan Dilintasi Truk Tonase Besar, Warga Pulopancikan Gresik Tolak Buka Portal

Berita Baru, Gresik – Permintaan dibukanya portal Jalan Harun Thohir Kelurahan Pulopancikan Kecamatan Gresik sebagai akses jalur kendaraan truk tonase besar mendapat penolakan dari warga setempat. Alasannya, agar jalan tetap bagus dan tidak mengganggu aktivitas warga.

Penolakan tersebut diungkapkan warga saat dialog interaktif dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Gresik membahas terkait pembangunan jembatan jalan RE Martadinata yang berada di Kelurahan Tlogopojok Lumpur. Dialog berlangsung di Kantor Kelurahan Pulopancikan, Minggu (5/9).

Permintaan pembukaan Portal Jalan Harun Thohir Kelurahan Pulopancikan itu seiring dengan adanya pengalihan arus kendaraan muatan yang keluar dari pelabuhan agar melintas jalur selatan selama pembangunan jembatan RE Martadinata berlangsung.

Berita Terkait :  Keripik Tike, Kudapan Andalan Pantura

M. Sugianto, salah satu warga yang hadir menyatakan, warga tidak setuju jika portal Jalan Harun Thohir dibuka dan dilintasi truk bermuatan besar atau melebihi kapasitas, karena hal itu dinilai akan berdampak pada terganggunya aktivitas warga.

“Kami menolak, karena akan sangat mengganggu aktivitas warga,” tegasnya dalam rapat itu.

Menanggapi penolakan tersebut, Kepala Kelurahan Pulopancikan, Afandy menegaskan pihak kelurahan juga tidak setuju dengan rencana pembukaan portal, karena selama ini warga sudah memberikan kelonggaran untuk truk-truk muatan berkapasitas lebih kecil untuk melintas.

“Saya sepakat dengan warga, karena selama ini warga sudah nyaman, tidak adanya truk besar lewat jalan Harun Thohir. Kan selama ini warga juga sudah memberikan kelonggaran truk bermuatan tonase lebih kecil untuk melintas,” terangnya.

Berita Terkait :  Hari Nelayan 2021, Momentum DKP Pohuwato Sejahterakan Keluarga Nelayan

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pembangunan Jembatan dan Jalan Dinas PUTR Gresik, Eddy Pancoro menyatakan, pihaknya akan melakukan langkah-langkah selanjutnya terkait mencari solusi terbaik atas keputusan warga yang tidak menghendaki dibukanya portal jalan.

“Kami mensosialisasikan kepada warga yang terdampak pembangunan jembatan Martadinata ini, termasuk di ruas jalan Pulopancikan, dan karena saat ini warga Pulopancikan tidak menghendaki dibuka portalnya, maka kami akan melakukan langkah-langkah selanjutnya dengan mengundang pihak perusahaan pelindo, Dishub maupun Polres Gresik untuk mensiasati seperti apa langkah terbaiknya, dengan mengurangi tonase kendaraan atau bagaimana, jadi tidak sampai membuka portal,” jelasnya.