Berita

 Network

 Partner

Email FBI Diretas
Peretasan Email FBI/Doc: Ubergizmo

Email FBI Diretas untuk Mengirim Peringatan Serangan Siber Palsu

Berita Baru – Email resmi badan investigasi utama Departemen Keadilan Amerika Serikat  FBI  dikabarkan telah diretas dan digunakan untuk mengirim ribuan email kepada pengguna yang berisi perangatan serangan siber palsu.

Biasanya tidak sulit untuk mengidentifikasi email palsu. Kadang-kadang, penyerang bahkan tidak repot-repot mencoba untuk menyamarkan alamat email mereka, tetapi beberapa dari mereka cukup pintar untuk mencoba dan memasukkan kata kunci di alamat tersebut agar tampak sah, walau bagi beberapa orang yang familiar akan  internet, tetap dapat dengan mudah mengenali hal tersebut.

Namun, apa yang terjadi ketika Anda menerima email yang tidak hanya terdengar sah, tetapi juga dikirim dari alamat email yang sah yang digunakan oleh lembaga penegak hukum seperti FBI?

Berita Terkait :  Rusia Laporkan Kasus Pertama Flu Burung

Peretasan dan juga penyebaran peringatan palsu email FBI pertama kali ditemukan oleh Spamhaus Project dan dilaporkan oleh Bleeping Computer.

Dilansir dari Ubergizmo, menurut temuan tersebut email itu memperingatkan pengguna tentang “serangan berantai canggih” oleh Vinny Troia, kepala penelitian keamanan perusahaan intelijen web gelap NightLion dan Shadowbyte.

Namun, terlepas dari peringatan, itu tidak memerlukan tindakan apa pun dari pihak pengguna, selain meminta mereka untuk memeriksa sistem dan pemantauan IDS mereka.

“Diperkirakan email palsu ini mungkin telah mencapai 100.000 kotak surat, jika tidak lebih,” ungkap laporan tersebut dikutip Berita Baru, Senin (15/11/21).

FBI telah mengkonfirmasi bahwa mereka mengetahui situasi tersebut melalui sebuah pernyataan kepada Bleeping Computer.

Berita Terkait :  Super Canggih! Laser Ukir Portabel Ini Bisa Dioperasikan Lewat Ponsel

“FBI dan CISA mengetahui insiden pagi ini yang melibatkan email palsu dari akun email @ic.fbi.gov. Ini adalah situasi yang sedang berlangsung dan kami tidak dapat memberikan informasi tambahan apa pun saat ini,” jelas FBI.