Dua Pria Didakwa Melakukan Peretasan Situs AS Sebagai Balasan atas Kematian Soleimani

Berita Baru, Internasional – Jaksa Federal Amerika Serikat mendakwa dua pria yang diduga telah meretas situs AS untuk membalas dendam kematian Jenderal Qassem Soleimani, dilansir dari Sputnik News, Rabu (16/9).

Seperti telah diketahui bahwa Komandan militer tertinggi Iran, Qasem Soleimani, meninggal dalam target serangan Amerika Serikat pada Januari 2020 yang memicu berbagai rekasi di tingkat internasional.

Menurut jaksa penuntut, Behzad Mohammadzadeh, yang diyakini sebagai warga negara Iran, dan Marwan Abusrour, yang disebut sebagai warga negara tanpa kewarganegaraan Otoritas Palestina telah merusak lebih dari 1.400 situs web dengan pesan-pesan pro-Iran.

“Para peretas menjadi korban pihak ketiga yang tidak bersalah dalam kampanye untuk membalas tindakan militer yang menewaskan Soleimani, seorang pria di balik tindakan teror yang tak terhitung jumlahnya terhadap orang Amerika dan orang lain yang ditentang oleh rezim Iran,” kata Asisten Jaksa Agung untuk Keamanan Nasional John Demers dalam sebuah pernyataan. pada hari Selasa (15/9). Demers menambahkan bahwa dua tersangka peretas sekarang menjadi buronan.

Berita Terkait :  Diretas, WhatsApp Gugat Perusahaan Israel

Soleimani, komandan pasukan al-Quds itu sangat dihormati di Iran karena memerangi kelompok teroris di wilayah tersebut. Ia juga mendukung faksi Palestina yang berperang melawan Israel.

Pada 2017, Soleimani mengatakan Iran siap mendukung pasukan Palestina di Jalur Gaza setelah pengakuan Presiden AS Donald Trump terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan