Disebut dr. Tirta Sebagai Wilayah Resiko Penularan Tertinggi, Ketua DPRD Gresik Menilai Keseriusan Pemkab Tangani Covid-19 di Gresik Masih Sebatas Lips Servis

    Berita Baru, Gresik – Terus bertambahnya angka kasus positif Covid-19 di Kabupaten Gresik mendapat sorotan tajam Ketua DPRD Gresik, Fandi Ahmad Yani. Pria yang akrab disapa Gus Yani ini menilai kinerja Pemkab Gresik dalam menangani pencegahan Covid-19 selama ini gagal, terbukti angka kenaikan pasien positif setiap hari justru semakin bertambah secara signifikan.

    “Setiap hari kasus positif jumlahnya makin bertambah. Hari ini sudah tembus seribu loh, kerja Pemkab Gresik harus extraordinary,” ucap Gus Yani.

    Menurut Gus Yani, edukasi yang dilakukan Pemkab Gresik kepada masyarakat sejauh ini masih belum maksimal. Keseriusan Pemkab gresik dinilai hanya sebatas lips service. Hal ini terbukti dengan terpaparnya 27 ASN di lingkungan Pemkab Gresik termasuk kepala OPD, kemudian dilakukan rapid test serentak.

    “Sejak awal Bupati Gresik mengatakan tegak lurus, tapi edukasi dan langkah pencegahan yang dilakukan ke masyarakat dan ASN kurang maksimal. Akibatnya banyak ASN yang terpapar termasuk para pejabat,” keluh Gus Yani.

    Kritik orang nomer satu di DPRD Gresik ini menyusul adanya unggahan dr. Tirta di media sosial Instagram dua hari lalu. dr. Tirta menyebutkan, kota Gresik menjadi salah satu wilayah yang memiliki resiko penularan tertinggi setelah Sidoarjo, Surabaya dan Malang.

    Berita Terkait :  Pansus Anti Korupsi Dipastikan Akan Dibahas di Rapim

    Hal itulah yang membuat Gus Yani meradang karena Gresik menjadi trending topik di Instagram sebagai daerah zona merah dengan resiko penularan tertinggi karena postingan akun Influencer yang memiliki 1,6 juta follower tersebut.

    “Saya kaget saja kalau dr. Tirta sampai menyebut Gresik. Ini tidak bisa diremehkan karena dia influencer di medsos dengan pengikut lebih dari 1,6 juta. Artinya kinerja Pemkab Gresik mulai jadi sorotan masyarakat luas,” pungkas Yani.

    Sebelumnya, dr. Tirta melalui unggahan akun Instagramnya, @dr.tirta, pada Kamis, 9 Juli 2020 mengunggah data yang ia peroleh dari epidiomologi pemerintah provinsi (Pemprov).

    Pria berkacamata yang berprofesi sebagai dokter, aktivis, sekaligus pengusaha itu sempat viral setelah membantu menangani pasien positif virus corona sejak kemunculan awal di Tanah Air.

    Dalam data yang diunggah, tampak 11 daerah yang berasal dari Jawa Timur beserta status risiko dan skor. Berdasarkan unggahan dr. Tirta, lokasi paling tinggi di Jawa Timur ditempati oleh Gresik, Sidarjo, Surabaya dan Malang.

    - Advertisement -

    Tinggalkan Balasan