Berita

 Network

 Partner

Dengarkanlah Mereka yang Mengkritikmu, Lik Joko
(Foto: BukaReview)

Dengarkanlah Mereka yang Mengkritikmu, Lik Joko

Berita Baru, Jakarta – Satu tahun masa pemerintahan Presiden Joko Widodo periode kedua banyak menuai kritik. Gelombang kritik bermula dari peoses revisi UU KPK yang dianggap para aktivis anti korupsi dapat melemahkan komisi anti rasuah tersebut.

Kritik terus berlanjut ketika Presiden dituduh mendukung revisi UU Minerba, karena dinilai lebih pro para pemodal dan mengabaikan aspek perlindungan sumber daya alam.

Puncak kritik terjadi ketika pemerintah dan DPR mengesahkan RUU Cipta Kerja, yang dinilai sebagai proyek undang-undang kejar tayang di tengah pandemi COVID-19.

Yang terakhir ini kembali memicu gelombang demonstrasi kaum buruh, mahasiswa dan para aktivis gerakan sosial lainnya.

Organisasi buruh, WALHI, JATAM, YLBHI dan 40 organisasi nasional yang tergabung dalam Fraksi Rakyat Indonesia menilai, Omnibus Law Cipta Kerja sebagai aturan berwatak kolonial.

Berita Terkait :  Penjambret Tunggangi Aksi Massa Aliansi Mahasiswa Gunadarma

Presiden Jokowi bergeming. Dalam pidatonya, ia meminta para penolak UU Cipta Kerja mengambil jalur konstitusional dengan cara uji materi melalui Mahkamah Konstitusi.

Indikator Politik Indonesia menyampaikan hasil Rilis Survei Nasional Indikator: Politik, Demokrasi, dan Pilkada di Era Pandemi pada Minggu (25/10) lalu, dimana 57,7 persen responden sependapat bahwa aparat semena-mena kepada masyarakat yang berbeda pandangan politik dengan penguasa.

“Kalau saya gabung dengan sangat setuju dan agak setuju (aparat makin semena-mena) mayoritas setuju,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi.

Survei tersebut, imbuh Burhan, juga menemukan terjadinya pembatasan kebebasan sipil. 69,6 persen responden yang takut menyatakan pendapat. Kemudian, 73,8 responden setuju sulit berdemonstrasi atau menyampaikan pendapat di muka umum.

Berita Terkait :  Tindaklanjuti UU Ciptaker, KLHK Formulasikan Aturan Perhutsos di Hutan Jawa

Baru-baru ini aktivis Ketua Inovator 4.0 Indonesia yang juga aktivis PDI Perjuangan Budiman Sujatmiko mengunggah utas pendek tentang Presiden Jokowi dalam akun media twitter pribadinya.

Budiman menilai kebijakan Jokowi penuh kejutan. Kadang sesuai harapannya, kadang tidak sesuai, dan kadang melampaui espektasinya.

“Kadang yg dilakukannya tak memuaskanku. Lain kali melakukan hal2 spt harapanku. Tp suka pula melakukan hal yg melampaui ekspektasiku, yg saat dilakukan teman2nya di Amerika Latin berbuah kudeta atau penjara. Sehat2, Lik @jokowi. Yg memakimu tak punyai nyalimu”, tulis budiman dalam akun twitter @budimandjatmiko pada Jum’at (30/10).

Budiman juga meminta kepada Jokowi untuk bersedia mendengarkan kritik dari pendukung dan publik.

Berita Terkait :  Larang Mahasiswa Demo, Aliansi Akademisi Kecam Kemdikbud

Menurutnya, Presiden Jokowi tidak memiliki hutang pada siapapun kecuali kepada para pendukung, pengkritik, serta seluruh rakyat.

“Tapi dengarkanlah mereka yg mengitikmu, Lik Joko. Kesukaan atau ketidaksukaan mereka masih dalam batas2 wajar. Pak lik gak berhutang pd siapapun, kecuali pd pendukung & pengritikmu (yg tak punyai rencana jahat) serta seluruh rakyat. Waktu kita tak banyak, Lik,” ungkapnya.