Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Fatwa MUI: Vaksin Covid-19 Sinovac Hukumnya Suci dan Halal
Ilustrasi vaksin produksi Sinovac (foto: istimewa)

Fatwa MUI: Vaksin Covid-19 Sinovac Hukumnya Suci dan Halal



Berita Baru, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa bahwa vaksin Covid-19 produksi Sinovac hukumnya suci dan halal digunakan.

Keputusan tersebut berdasarkan sidang pleno Komisi Fatwa MUI untuk membahas aspek kehalalan vaksin Covid-19, Jumat siang (8/1).

Ketua Harian Bidang Fatwa MUI, Asrorun Niam mengatakan sidang digelar selama hampir dua jam diikuti pimpinan dan anggota komisi fatwa serta tim auditor Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI.

“Setelah dilakukan diskusi panjang, rapat komisi fatwa sepakat bahwa Vaksin Covid-19 produksi Sinovac yang diajukan proses sertifikasi oleh Bio Farma hukumnya suci dan halal” ujar Asrorun setelah mengikuti sidang pleno.

Kendati demikian, Asrorun mengatakan kebolehan penggunaan terkait aspek keamanan vaksin harus menunggu keputusan BPOM.

“Dengan demikian Fatwa MUI terkait dengan produk vaksin Covid-19 dari Sinovac akan menunggu hasil final dari Badan POM dari aspek Thoyib. Jadi Fatwa utuh akan disampaikan setelah aspek keamanan untuk digunakan,” tuturnya.

Hingga saat ini sebanyak 3 juta dosis vaksin Covid-19 produksi Sinovac telah berada di Indonesia dan telah diedarkan ke seluruh provinsi.

Pemerintah merencanakan memulai vaksinasi massal mulai tanggal 13 Januari 2021 mendatang dan Presiden Jokowi akan menjadi orang pertama yang divaksin.

Pemerintah Indonesia telah melakukan pemesanan sebanyak 329,5 juta dosia Vaksin Covid-19 untuk diberikan kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Presiden RI Joko Widodo dalam Rapat Terbatas mengenai Penanganan Pandemi COVID-19 dan Rencana Pelaksanaan Vaksinasi, Rabu (06/11), di Istana Negara, Jakarta. Rapat ini juga diikuti secara virtual oleh para Gubernur di seluruh Indonesia.

Secara rinci, vaksin yang dipesan tersebut adalah 3 juta dosis yang sudah tiba di Tanah Air ditambah 122,5 juta dosis lagi dari Sinovac, kemudian dari Novavax sebanyak itu 50 juta dosis, dari COVAX/Gavi sejumlah 54 juta dosis, dari AstraZeneca 50 juta dosis, dan dari Pfizer sejumlah 50 juta dosis vaksin.

“Artinya, jumlah totalnya yang sudah firm order itu 329,5 juta, hanya pengaturannya nanti akan dilakukan oleh Menteri Kesehatan,” ujar Presiden.