Deforestasi Amazon Mencapai Tingkat Tertinggi dalam Satu Dekade

(Foto : Suara.com)

Berita Baru, Internasional – Deforestasi hutan Amazon Brasil telah mencapai tingkat tahunan tertinggi dalam satu dekade terakhir. Menurut data terbaru, kepemerintahan presiden Jair Bolsonaro menjadi faktor utama menyusutnya hutan hujan terbesar di dunia tersebut.

Angka-angka terbaru, menunjukkan hampir 10.000 km persegi hilang pada tahun ini hingga Agustus. Bahkan pemilik lahan pertanian dikabarkan sampai berani berkelahi dengan para pembabat hutan di Altamira, kota Amazon.

Serangan oleh para perampas tanah, agribisnis, penambang dan penebang terhadap hutan penyerap karbon terestrial terbesar di planet ini semakin meningkat tahun ini sampai 30 Juli 2019, dengan 9.762 km persegi hilang. Meningkat 29,5% dari 12 bulan sebelumnya, kata badan antariksa Brasil, INPE.

Dilansir dari The Guardian, Senin (18/11), tingkat clearance – setara dengan sekitar dua lapangan sepak bola per menit – mencapai angka tercepat sejak 2008, mendorong Brasil jauh dari mencapai tujuan kesepakatan Paris untuk mengurangi emisi karbon.

Angka-angka tahunan dikompilasi dengan informasi dari sistem satelit Prodes, yang dianggap sebagai pengukuran deforestasi yang paling konservatif.

Meskipun tidak begitu jauh angkanya dari kenaikan yang disarankan oleh peringatan bulanan dari sistem Deter, namun hal tersebut cukup menyangkal perkataan  Bolsonaro dan para menterinya mengenai suatu tduhan terhadapnya yang disebutnya sebagai kebohongan.

Kelompok-kelompok lingkungan menyalahkan pemerintah atas setiap senti angka kebakaran karena hal itu melemahkan perlindungan lingkungan, mendukung para penebang dan mendorong perampasan tanah.

“Tidak mengherankan ini terjadi karena presiden telah membela kejahatan lingkungan dan mempromosikan impunitas,” kata Adriana Ramos dari Socio-environmental Institute.

LSM pemantau, Observatorium Iklim, mengatakan kenaikan itu adalah yang tertinggi ketiga dalam sejarah (setelah 1995 dan 1998), dan kemungkinan akan berlanjut.

“Proposal seperti melegalkan perampasan tanah, penambangan dan pertanian di tanah adat, serta mengurangi persyaratan lisensi untuk infrastruktur baru akan menunjukkan bahwa tahun-tahun mendatang akan lebih buruk,” kata Carlos Rittl, sekretaris eksekutif LSM, mengatakan.

“Pertanyaannya adalah berapa lama mitra dagang Brasil akan mempercayai janji-janji keberlanjutan dan kepatuhannya dengan perjanjian Paris, saat hutan tumbang, para pemimpin adat terbunuh dan undang-undang lingkungan hancur,” tegasnya.

Sumber : The Guardian
Facebook Comments
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini