Berita

 Network

 Partner

Kapal perusak berpeluru kendali Kelas Arleigh Burke USS Milius (DDG 69) melakukan transit rutin melalui Selat Taiwan, 22 November 2021. Foto: Armada Ke-7 AL AS.
Kapal perusak berpeluru kendali Kelas Arleigh Burke USS Milius (DDG 69) melakukan transit rutin melalui Selat Taiwan, 22 November 2021. Foto: Armada Ke-7 AL AS.

China Geram, Kapal Perusak AS Lewati Selat Taiwan

Berita Baru, Beijing – Pada hari Selasa (23/11), China memprotes perjalanan kapal perusak Angkatan Laut AS yang melalui Selat Taiwan dan menyebutnya sebagai langkah yang disengaja untuk merusak stabilitas di kawasan itu.

Sebelumnya, Angkatan Laut AS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke USS Milius “melakukan transit rutin Selat Taiwan” pada hari Selasa (23/11) “sesuai dengan hukum internasional.”

Dikatakan transit kapal melalui selat Taiwan itu adalah “menunjukkan komitmen AS untuk Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.”

“Militer Amerika Serikat terbang, berlayar, dan beroperasi di mana pun yang diizinkan hukum internasional,” kata pernyataan yang diposting di situs Armada ke-7 Angkatan Laut AS.

Berita Terkait :  SpaceX Milik Elon Musk Luncurkan Pesawat Luar Angkasa

Menanggapi hal itu, juru bicara kementerian luar negeri China, Zhao Lijian mengatakan kapal perang AS tersebut telah “melenturkan otot dan menimbulkan masalah di Selat Taiwan berulang kali atas nama kebebasan navigasi.”

“Ini bukan komitmen untuk kebebasan dan keterbukaan, tetapi upaya yang disengaja untuk mengganggu dan merusak perdamaian dan stabilitas regional,” kata Zhao kepada wartawan pada konferensi pers harian, dikutip dari Firstpost.

Kapal Angkatan Laut AS secara rutin transit di Selat Taiwan, yang terletak di perairan internasional dan merupakan saluran utama antara Laut China Selatan dan perairan utara yang digunakan oleh China, Jepang, Korea Selatan, dan lainnya.

Sebelumnya, Beijing juga memprotes pengenalan jet tempur F-16V Taiwan yang berasal dari AS sebagai upaya untuk membantu melawan ancaman dari meningkatnya jumlah serangan oleh pesawat tempur China ke wilayah udara di sekitar pulau itu.

Berita Terkait :  Rizal Ramli: China Hebat Karena Tidak Ikuti Cara Bank Dunia