Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Cegah Penyimpangan, Rumah Warga Miskin Penerima PKH di Gresik Ditempel Stiker

Cegah Penyimpangan, Rumah Warga Miskin Penerima PKH di Gresik Ditempel Stiker



Berita Baru, Gresik – Pemasangan stiker di rumah warga miskin penerima bantuan sosial masih dinilai efektif untuk mencegah penyimpangan serta mewujudkan transparansi agar distribusi bantuan tepat sasaran, baik berupa bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Nasional Tunai (BPNT), maupun bantuan-bantuan sosial lainnya. 

Di Desa Tenggor, Kecamatan Balongpanggang misalnya, pemerintah desa setempat bersama jajaran Muspika menempeli stiker kepada 198 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH dan BPNT, Kamis (31/3). Stiker resmi yang dikeluarkan pemerintah desa tersebut bertuliskan “KELUARGA MISKIN PENERIMA BANTUAN SOSIAL PKH – BPNT”.

Kepala Desa Tenggor, Kuswianto mengatakan, tujuan pemasangan stiker yang dilengkapi nama penerima dan alamatnya ini adalah untuk memastikan kelayakan para penerima bantuan, sekaligus sebagai wujud transparansi kepada masyarakat.

“Penempelan ini salah satu untuk mengidentifikasi terkait masyarakat yang mendapatkan Bansos yaitu seperti BLT, PKH. Karena apa, sebab akhir akhir ini yang menjadi sorotan adalah masyarakat yang menerima bantuan BPNT, BLT maupun PKH,” katanya. 

Saat penempelan stiker dilakukan, Kuswianto mengaku heran dan hanya bisa geleng geleng kepala saat mendapati warga penerima bansos ternyata memiliki mobil hingga rumah mentereng. 

“Entang mengapa, meskipun mereka sudah mampu, tapi mereka sangat senang menerima bantuan. Saya sendiri heran,” ucapnya dengan geleng-geleng kepala. 

Ia pun mengingatkan kepada seluruh warga penerima bansos agar tidak mencopot stiker yang telah dipasang oleh pihaknya. 

“Ingat jangan sekali kali melepas stiker, yang sudah dipasang oleh petugas di rumah penerima bantuan sosial. Kalau dilepas ada sangsinya,” tegas dia. 

Sementara Camat Balongpanggang M. Amri mengatakan, penempelan stiker rumah warga penerima bansos ini merupakan bentuk monitoring distribusi bantuan yang telah diserahkan pemerintah melalui beberapa pihak yang ada di Desa Tenggor.

“Dimana kemarin atau dua hari yang lalu kita sudah memberikan sosialisasi kepada warga desa Tenggor, disaat pembagian bantuan sosial tentang pemasangan stiker rumah warga penerima bansos,” terang Amri.

Masih lanjut Amri, penempelan stiker rumah warga miskin penerima bansos di Desa Tenggor ini diharapkan bisa menjadi barometer bagi desa-desa lain untuk melakukan gerakan serupa. “Untuk itu kedepan saya harapkan Kades lainnya mengikuti jejaknya, karena ini adalah bagus. Kami berharap desa desa lain bisa mencontoh,” bebernya.

Mantan Sekretaris Dinas Perhubungan itu juga meminta seluruh kades agar mengevaluasi kembali warga miskin yang menerima bansos. Sehingga bantuan dari pemerintah bagi warga miskin benar-benar tepat sasaran. 

“Yang jelas saya berharap Kades untuk mengkonsep ulang dari kategori keluarga miskin itu seperti apa, sehingga jangan sampai dari hasil lapangan yang terlihat cenderung sudah cukup, kasihan bagi warga warga yang belum dapat bantuan, namun dengan standar mereka benar benar keluarga miskin,” tutupnya.