Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Cegah Penularan Covid-19, Belanda Musnahkan 10 Ribu Cerpelai
(Foto: AFP/VIKTOR DRACHEV)

Cegah Penularan Covid-19, Belanda Musnahkan 10 Ribu Cerpelai



Berita Baru, Internasional — Pemerintah Belanda melakukan pemusnahan terhadap 10 ribu ekor Cerpelai di peternakan-peternakan yang terinfeksi Covid-19. Hewan itu pertama kali terdeteksi tertular Covid-19 pada April lalu. Mereka tertular dari penjaga peternakan yang lebih dulu terjangkit.

Pada Bulai Mei, dilaporkan ada dua orang tertular Covid-19 dari cerpelai yang sakit. Peristiwa tersebut adalah kejadian pertama kali hewan mampu menularkan virus Korona kepada manusia di Belanda.

Dilansir Reuters, Sabtu (6/6), Belanda mengeluarkan perintah pemusnahan Cerpelai pada Rabu lalu, setidaknya ada sekitar 10 peternakan yang terdampak. Dalam pemusnahan itu, pemerintah akan memberikan kompensasi atas kerugian para peternak.

Cegah Penularan Covid-19, Belanda Musnahkan 10 Ribu Cerpelai
Foto: AFP/Jonathan Nackstrand

“Seluruh peternakan yang terdapat infeksi akan dikosongkan, dan peternakan yang tak ada infeksi tidak akan ditindak,” kata Frederique Hermie, juru bicara Otoritas Makanan dan Barang Dagangan Belanda.

Pemusnahan dilakukan oleh petugas khusus dengan cara menyemprotkan gas beracun untuk membunuh para Cerpelai, termasuk induk dan anak-anaknya. Bangkai-bangkai Cerpelai kemudian akan dikirim ke pabrik pemusnahan dan peternakan akan menjalani sterilisasi.

Cegah Penularan Covid-19, Belanda Musnahkan 10 Ribu Cerpelai
Foto: AFP/VIKTOR DRACHEV

Di Belanda dan negara-negara Eropa lainnya, Cerpelai diternak untuk diambil bulunya. Bulu-bulu Cerpelai tersebut diekspor dari Belanda ke China, Korea, Yunani hingga Turki untuk diolah menjadi pakaian mewah. 

Namun berkat tekanan kelompok penyayang hewan, pemerintah Belanda melarang pendirian peternakan Cerpelai baru pada tahun 2013 dan berencana akan menutup seluruh fasilitas yang ada pada 2024.

Untuk saat ini ada 140 peternakan Cerpelai di Belanda dengan nilai ekspor bulu mencapai 90 juta euro atau lebih dari Rp 1,4 triliun per tahun.