Berita

 Network

 Partner

Catat Kasus Varian Delta, China Langsung Tes 12 Juta Penduduk Wuhan
Orang-orang memindai kode pemeriksaan kesehatan untuk ditunjukkan kepada seorang penjaga keamanan di sebuah jalan perbelanjaan di Beijing. Foto: AP

Catat Kasus Varian Delta, China Langsung Tes 12 Juta Penduduk Wuhan

Berita Baru, Beijing – Pemerintah China telah melakukan tes massal pada seluruh warga di Wuhan, Provinsi Hubei, pada Selasa (3/8).

Tindakan itu dilakukan setelah pihaknya mengidentifikasi kasus domestik pertama varian Delta di Wuhan.

Sebelumnya, sejak pertengahan Mei 2020, Wuhan telah menyatakan pihaknya ‘bersih’ dari COVID-19, namun Senin (2/8) kemarin, Beijing mencatat ada 7 kasus infeksi COVID-19 dari varian delta yang yang lebih menular.

Setidaknya ada sekitar 12 juta penduduk Wuhan akan dites.

“Untuk memastikan bahwa semua orang di kota aman, tes asam nukleat di seluruh kota akan segera diluncurkan untuk semua orang, untuk sepenuhnya menyaring hasil positif dan infeksi tanpa gejala,” kata Li Qiang, seorang pejabat Wuhan, dikutip dari SkyNews.

Wakil Direktur Pusat Pengendalian Penyakit Provinsi Hubei, Li Yang mengatakan bahwa kasus-kasus baru di Wuhan, bersama dengan infeksi di kota-kota terdekat Jingzhou dan Huanggang dimulai sejak Sabtu (31/7), terkait dengan kasus-kasus yang ditemukan di kota Huaian di provinsi Jiangsu.

Berita Terkait :  Mahkamah Agung Iran Menunda Eksekusi Mati 3 Pengunjuk Rasa November

Sejak itu banyak kota di China selatan dan beberapa kota di utara termasuk Beijing telah melaporkan infeksi.

Jumlah kasus yang ditularkan secara lokal di China sejak 20 Juli, ketika infeksi di kota Nanjing pertama ditemukan, mencapai 414 kasus pada hari Senin (3/8).

Namun, tidak jelas apakah semua kasus itu adalah varian Delta, atau apakah semuanya terkait dengan kasus Nanjing, karena beberapa pihak berwenang belum mengungkapkan hasil konklusif dari upaya penelusuran virus mereka.

Varian Delta menimbulkan risiko baru bagi ekonomi terbesar kedua di dunia karena menyebar dari pantai ke kota-kota pedalaman.

Sementara itu, pada hari Selasa (3/8), Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan 90 kasus baru telah dikonfirmasi pada hari sebelumnya, 61 yang menyebar secara lokal dan 29 di antara orang-orang yang baru saja tiba dari luar negeri.

Berita Terkait :  Sistim AI ini Mendeteksi Kondisi Emosional Hewan Ternak Melalui Wajah

Sebagian besar kasus lokal berada di provinsi Jiangsu, di mana wabah dimulai di bandara Nanjing, ibu kota provinsi, dan telah menyebar ke kota Yangzhou, sekitar 65 mil jauhnya.

Pihak berwenang melaporkan 45 kasus baru, 5 kasus di Nanjing dan 40 di kota Yangzhou, yang melakukan pengujian massal putaran kedua.

Lima provinsi lain dan kota Beijing serta Shanghai melaporkan kasus lokal baru tidak sampai belasan.

Di Shanghai, kota terbesar China, seorang pengemudi yang bekerja di salah satu dari dua bandara utamanya dinyatakan positif. Beijing telah melaporkan total lima kasus dalam beberapa hari terakhir.

Ilmuwan yang berafiliasi dengan pemerintah mengatakan vaksin China kurang efektif melawan jenis baru virus corona tetapi masih bisa memberikan perlindungan.

Berita Terkait :  Serius Tangani Covid-19, Pemkot Bengkulu Sediakan Anggaran Rp204 M

Hanya vaksin China yang saat ini diberikan di China, di mana pihak berwenang mengatakan lebih dari 1,6 miliar dosis telah diberikan.