Berita

 Network

 Partner

Berada di Wilayah Cincin Api, Jokowi: Gempa Bumi Dapat Terjadi Kapan Saja
Presiden RI Joko Widodo, saat memberi keterangan pers terkait gempa di Jawa Timur, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/04). (Foto: BPMI Setpres)

Berada di Wilayah Cincin Api, Jokowi: Gempa Bumi Dapat Terjadi Kapan Saja

Berita Baru, Jakarta – Gempa bumi dengan magnitudo 6,1 yang terjadi di Jawa Timur, tepatnya di daerah Malang, menurut Presiden Republik Indonesia Jokowi Widodo, kembali mengingatkan Indonesia berada di wilayah cincin api.

“Gempa di Jawa Timur, Sabtu kemarin kembali mengingatkan kita bahwa Indonesia berada di wilayah cincin api. Gempa bumi dapat terjadi kapan saja,” tulis Presiden Jokowi di akun twiter pribadinya, Minggu (11/4).

Sebagai kepala negara dan pribadi, Jokowi menyampaikan dukacita mendalam atas korban meninggal dunia akibat musibah tersebut.

“Saya telah memerintahkan segenap jajaran terkait, sampai pemerintah daerah, untuk segera melakukan langkah-langkah tanggap darurat, mencari dan menemukan korban yang tertimpa reruntuhan dan melakukan perawatan pada korban luka-luka,” terangnya.

Berita Terkait :  Rakernas PDIP, Megawati : Jika Tidak Siap Silahkan Kalian Pergi

Sebelumnya, dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Presiden Jokowi mengatakan telah mendapatkan laporan dari Kepala BNPB Doni Monardo mengenai terjadinya gempa di wilayah Jawa Timur pada hari Sabtu (10/04) siang, serta gempa susulan yang terjadi di Minggu pagi,  (11/04).

Perkembangan terkini, dilansir dari laman resmi BNPB, Minggu (11/4), pukul 08.00 waktu setempat tercatat 8 orang korban meninggal dunia, 36 luka ringan dan luka sedang hingga berat terdapat 3 orang.

Sementara dampak kerusakan di sektor pemukiman tercatat di 15 kabupaten dan kota di wilayah Jawa Timur. Total rumah rusak dengan kategori berbeda berjumlah 1.189 unit, dengan rincian rusak berat (RB) 85 unit, rusak sedang (RS) 250 dan rusak ringan (RR) 854.

Berita Terkait :  Berikut Alasan Jokowi Korting Hukuman Annas Maamun

“Kerusakan juga dialami fasilitas umum (fasum) dengan total kerusakan sejumlah 150 unit,” terang Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB. (MKR)