Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Bedah Buku Bali Resah, Yoga Fitriana : Resah itu Bukti Manusia Berfikir

Bedah Buku Bali Resah, Yoga Fitriana : Resah itu Bukti Manusia Berfikir



Berita Baru, Denpasar – Yoga Fitrana Cahyadi menggelar bedah bukunya berjudul “Bali Resah” di Serabi Bandung, Renon Denpasar Selatan pada Jum’at (8/9/2023) dengan cara berdiskusi dengan sekian peserta tamu undangan.

Yoga memulai membahasnya dari judul “Bali Resah”, menurutnya, rasa Resah bukti adanya sebuah persoalan sehingga mendorong orang berfikir, dan dengan berfikir terlahirlah sebuah peradaban.

Dirinya mengutip ungkapan seorang filsuf dari Prancis Descartes “Cogito ergo sum”, Artinya adalah: “aku berpikir maka aku ada”.

“Resah itu menandakan manusia berfikir. Resah berarti ada ketidak sesuaian dengan kenyataan. Semua manusia memiliki kegelisahan. Resah menciptakan peradaban, kebudayaan. Aku berfikir maka aku ada. Resah adalah sebuah keniscayaan,” uangkapnya.

Bedah Buku Bali Resah, Yoga Fitriana : Resah itu Bukti Manusia Berfikir

Kemudian Yoga melanjutkan pemaparannya pada sebuah sampul dalam bukunya, seorang yang duduk termenung dengan menggunakan udeng merah dan saput merah. Gambar itu lanjutnya, terinspirasi pada sebuah Klan Pande. Klan yang bertugas pada saat kerajaan sebagai pembuat perkakas raja yang digunakan untuk berperang, mempertahankan martabat kerajaan.

“Klan Pande yang selalu resah untuk membuat perkakas terbaik demi melindungi negaranya, menjaga harkat dan martabat negaranya,” jelas Yoga yang juga seorang Lawyer.

Kemudian Yoga membahas satu persatu judul dari isi bukunya. Diantaranya Politik Batu Akik. Politik Batu Akik menggambarkan sebuah kondisi hari ini, dimana masyarakat masih banyak yang melihat sosok calon pemimpin dari kecantikan luarnya, melihat calon pemimpin dari elektabilitas dan keterkenalannya. Padahal menurutnya, memilih pemimpin semestinya pada kemampuan dan peran dan tanggung jawab sosialnya.

“Politik Batu Akik seperti kita lebih memilih calon pemimpin berdasar elektabilatas, hasil survei. Padahal kita semua tau, survei itu bisa di bayar. Seharusnya memilih pemimpin itu pada etiknya, tanggung jawab sosial dan apa perannya selama ini,” katanya.

Bedah Buku Bali Resah, Yoga Fitriana : Resah itu Bukti Manusia Berfikir

Selain Politik Batu Akik, banyak hal lainnya terdapat dalam buku yang ditulisnya yang memantik para peserta dengan diskusi. Yang pada intinya, rasa resah terhadap Kondisi Bali. Yoga berharap, karya yang dibuatnya dapat menginspirasi para pembaca untuk lebih kritis dan berani bersuara terhadap persoalan-persoalan yang sedang dihadapi.

Buku Bali Resah, diharapkan oleh penulis untuk menjadi pemantik diskursus publik di kalangan pemuda, untuk aktif berperan serta memikirkan Bali hari ini dan masa yang akan datang. Karena tanpa keresahan pemuda atas tanah dan airnya, maka perkembangan kebudayaan, teknologi dan nilai-nilai lainnya akan terhambat.