Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Ketegangan meningkat antara Addis Ababa dan Khartoum setelah pertempuran meletus di Tigray pada November 2020 dan membuat puluhan ribu pengungsi melarikan diri ke Sudan. Foto: Reuters.
Ketegangan meningkat antara Addis Ababa dan Khartoum setelah pertempuran meletus di Tigray pada November 2020 dan membuat puluhan ribu pengungsi melarikan diri ke Sudan. Foto: Reuters.

Beberapa Tentara Sudan Tewas dalam Serangan yang Dilakukan Ethiopia

Berita Baru, KhartumMiliter Sudan mengatakan beberapa tentara Sudan tewas dalam serangan oleh pasukan Ethiopia di wilayah perbatasan yang disengketakan.

“Pasukan kami yang bertugas mengamankan panen di Al-Fashaqa … diserang oleh kelompok pasukan dan milisi tentara Ethiopia, yang berusaha mengintimidasi petani dan merusak musim panen,” kata pernyataan militer Sudan yang dirilis pada Sabtu (27/11), dilansir dari Al Jazeera.

Dalam pernyataan tersebut, dikatakan juga bahwa Pasukan militer Sudan “mengecam serangan” tersebut lantaran telah “menimbulkan kerugian besar dalam kehidupan dan peralatan” di pihak Ethiopia.

Namun serangan itu menyebabkan “beberapa orang tewas” di antara pasukan Sudan, kata pernytaan tersebut dengan tanpa memberikan jumlah korban tewas.

Kantor berita Reuters, mengutip sumber-sumber militer, mengatakan sedikitnya enam tentara tewas dalam serangan itu.

Pejabat Ethiopia tidak dapat segera dihubungi untuk dimintai komentar.

Al-Fashaqa adalah zona perbatasan yang lama dibudidayakan oleh petani Ethiopia tetapi diklaim oleh Sudan.

Al-Fashaqa, yang juga berbatasan dengan wilayah Tigray yang bermasalah di Ethiopia, telah mengalami bentrokan mematikan sporadis antara kedua belah pihak selama beberapa tahun terakhir, namun baru meningkat pada tahun lalu.

Ketegangan meningkat setelah pertempuran meletus di Tigray pada November 2020 dan membuat puluhan ribu pengungsi mengungsi ke Sudan.

Khartoum dan Addis Ababa sejak itu terkunci dalam perang kata-kata yang tegang di kawasan itu, bertukar tuduhan kekerasan dan pelanggaran teritorial.

Sengketa perbatasan menambah ketegangan yang lebih luas di wilayah tersebut, termasuk mengenai Bendungan Renaisans Agung Ethiopia yang kontroversial di Sungai Nil Biru.

Sudan, bersama dengan Mesir, telah terkunci dalam perselisihan sengit atas bendungan besar itu selama satu dekade.

Kedua negara hilir, yang sebagian besar airnya bergantung pada sungai, melihatnya sebagai ancaman eksistensial.