Baru Ditemukan, Lutung Popa Sudah Terancam Punah

Lutung Popa
Spesies baru lutung popa ditemukan di Myanmar, Sumber : Dailymail.co.uk

Beritabaru, Myanmar – Lutung adalah sekelompok monyet pemakan daun yang ditemukan di Asia Tenggara. Baru-baru ini spesies lutung terbaru yang diberi nama Lutung Popa telah ditemukan oleh peneliti.

Dilansir dari Dailymail.co.uk, Lutung Popa, ditemukan oleh peneliti dan dinamai sesuai dengan habitat aslinya di Gunung Popa, Myanmar. Namun sayangnya, meski baru ditemukan, primata ini ternyata sudah terancam punah dengan jumlah hanya sekitar 200 ekor saja.

Letung dengan ciri-ciri memiliki penutup mata yang khas dan bulu yang berwarna keabu-abuan ini berisiko kehilangan habitat dan perburuan.

Para ilmuwan telah lama menduga mungkin ada spesies baru di Myanmar, berdasarkan DNA yang diekstrak dari kotoran monyet liar, tetapi pada awalnya bukti sulit ditemukan.

Dengan sedikit informasi, mereka beralih ke spesimen sejarah yang disimpan di museum sejarah alam di London, Leiden, New York dan Singapura.

Penjelajah awalnya ke Burma mengumpulkan spesimen monyet, yang belum pernah diperiksa secara rinci.

Para peneliti mengekstraksi DNA dan mengukur fitur fisik seperti ekor dan panjang telinga, yang mereka bandingkan dengan populasi yang ada secara liar.

Berita Terkait :  Nilai Tukar NOK Terjun Bebas, Norwegia Kehilangan 23% Kekayaan Minyaknya

Dengan kegiatan tersebut, mereka dapat mengungkapkan spesies baru yaitu lutung Popa, yang hanya ditemukan di petak hutan di tengah negara Myanmar. Sebagian besar tinggal di taman suaka margasatwa di lereng situs ziarah suci Gunung Popa.

Mendeskripsikan spesies secara ilmiah akan membantu dalam pelestariannya, kata Frank Momberg dari kelompok konservasi Fauna & Flora International.

Dia mengatakan kepada BBC, “Lutung Popa, yang baru saja dideskripsikan, sudah sangat terancam punah. Sehingga sangat penting untuk melindungi populasi yang tersisa. Upaya ini harus melibatkan komunitas lokal serta pemangku kepentingan sektor swasta untuk menjaga masa depan spesies ini.”

Lutung Popa dewasa yang sempat terekam diatas pohon bersama anaknya

Hanya ada sekitar 200 hingga 250 hewan spesies baru ini, yang hidup di empat populasi yang terisolasi di hutan.

Dalam dekade terakhir ini, Myanmar telah terbuka untuk kolaborasi internasional dengan para ilmuwan yang berorientasi pada penemuan spesies baru dalam ilmu pengetahuan, termasuk reptil, amfibi. Namun sampai saat ini penemuan primata baru jarang terjadi.

Christian Roos, peneliti dari laboratorium genetika primata di Pusat Primata Jerman di Gottingnen mengatakan hewan tersebut menghadapi ancaman dari hilangnya habitat dan perburuan.

Berita Terkait :  India Kembangkan Aplikasi Smartphone Pendeteksi COVID-19, 5 Menit Hasil Keluar

“Perburuan merupakan masalah besar. Tetapi ancaman terbesar adalah habitatnya hampir habis dan berkurang, terfragmentasi dan terisolasi akibat perambahan oleh manusia,” katanya.

Penemuan tersebut dijelaskan dalam jurnal Zoological Research. Dan ternyata studi genetik mengungkapkan bahwa lutung Popa (Trachypithecus Popa) terpisah dari spesies lain–yang diketahui terjadi sekitar satu juta tahun yang lalu.

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

18 − eight =