Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Hitekno

Attitude Tanjiro Kamado dalam Anime Demon Slayer yang Pantas diapresiasi



Berita Baru, Anime – Tokoh protagonis Anime Demon Slayer, Tanjiro Kamado merupakan karakter yang memiliki attitude sangat baik. Dia tidak saja baik terhadap sesama manusia dan penuh kasih sayang, namun Ia juga memperlakukan iblis sebagaimana seharusnya. Hal tersebut mungkin karena Ia selalu dekat dengan iblis, yakni adiknya sendiri Nezuko. Ketika Ia terbiasa menghadapi Nezuko, tidak pernah menyerah atasnya, dia juga melakukan hal yang sama kepada iblis lain.

Attitude Tanjiro Kamado dalam Anime Demon Slayer yang Pantas diapresiasi
Sumber: ggwp

Saat Ia mengalahkan iblis Rui, dia seolah bisa memahami kegelisahan Rui dan meski Ia harus membunuhnya, namun Ia mencoba untuk tetap memberikan empatinya. Saat Rui mati di tangannya, dia mencoba untuk mendoakan ketenangan dan kedamaian Rui. Begitupula ketika Ia menghadapi Gyutaro dan Daki di Arc Entertainment District. Tanjiro bahkan membantu menyatukan Gyutaro dan Daki sebelum mereka meninggal, membantu mereka melihat nilai dalam hubungan mereka sebagai kakak dan adik.

Namun perlakuan Tanjiro berbeda ketika Ia menghadapi Hantengu di Arc Swordsmith Village. Saat menghadapi Hantengu, Tanjiro hanya langsung memenggal kepalanya dan mengatakan ‘Pendamaian atas dosa-dosamu, dengan hidupmu!’.

Attitude Tanjiro Kamado dalam Anime Demon Slayer yang Pantas diapresiasi
Sumber: cdn.idntimes

Perlakuan Tanjiro yang berbeda kepada Hantengu mungkin dikarenakan oleh pilihan sulit yang harus Ia ambil saat Ia mau tidak mau harus mengalahkan Hantengu dan membiarkan adiknya mati terkena sinar matahari. Dan hal ini membuktikan betapa kuatnya rasa ikatan mereka sebagai saudara yang membuat Tanjiro melakukan apapun demi Nezuko.

Alasan kedua kemungkinan karena masa lalu Hantengu saat menjadi manusia yang benar-benar jahat. Ia yang selalu membuat tindakan-tindakan kriminal yang merugikan orang lain tidak pernah mau disalahkan dan selalu mencari kambing hitam atas kesalahannya. Alih-alih mengaku dan meminta maaf Ia justru meminta belas kasih dan simpati atas kesalahannya. Karena Hantengu terobsesi dengan bersikeras pada simpati yang tidak pantas dia dapatkan, mungkin metode Tanjiro untuk menyelamatkannya adalah dengan menolak memberikan apa yang diinginkannya. Dengan cara ini, itu lebih merupakan bentuk cinta yang kuat daripada kurangnya empati.