Berita

 Network

 Partner

Asal Tidak dengan Tekanan Barat dan AS, Presiden Raisi Siap Lakukan Pembicaraan JCPOA
Presiden Iran Ebrahim Raisi. Foto: WANA/Majid Asgaripour.

Asal Tidak dengan Tekanan Barat dan AS, Presiden Raisi Siap Lakukan Pembicaraan JCPOA

Berita Baru, Teheran – Presiden Iran Ebrahim Raisi mengatakan bahwa Iran siap mengadakan pembicaraan dengan kekuatan dunia untuk menghidupkan kembali perjanjian nuklir 2015 atau JCPOA tetapi tidak di bawah “tekanan” Amerika Serikat (AS) dan Barat.

“Barat dan Amerika mengejar pembicaraan bersama dengan tekanan … Pembicaraan macam apa itu? Saya telah mengumumkan bahwa kami akan mengadakan pembicaraan tentang agenda pemerintah kami tetapi tidak dengan … tekanan,” kata Presiden Raisi pada Sabtu (4/9) kepada televisi pemerintah, dilansir dari Reuters.

Prancis dan Jerman telah mendesak Iran untuk kembali pada negosiasi setelah jeda dalam pembicaraan dikarenakan adanya pemilihan Presiden Iran pada bulan Juni.

Pihak Prancis juga menuntut agar perjanjian nuklir 2015 segera efektif diberlakukan di tengah kekhawatiran Barat atas pengayaan nuklir atom yang dilakukan Iran.

Berita Terkait :  JCPOA Runtuh, Iran Akan Tingkatkan Pengayaan Uranium

Bulan lalu, Prancis, Jerman dan Inggris menyuarakan keprihatinan tentang laporan dari pengawas nuklir PBB yang mengkonfirmasi bahwa Iran telah memproduksi logam uranium yang diperkaya hingga 20% kemurnian fisil untuk pertama kalinya dan mengangkat kapasitas produksi uranium yang diperkaya menjadi 60%.

Namun, Iran mengatakan program nuklirnya damai, bahwa ia telah memberi tahu pengawas tentang kegiatannya.

Iran juga menegaskan akan menjauh dari kesepakatan 2015 jika AS tidak segera mencabut sanksi dan embargonya.

Presiden Raisi juga mengatakan bahwa Teheran sedang mengupayakan negosiasi yang mengarah pada pencabutan sanksi AS. .

“Pembicaraan ada dalam agenda … Kami mencari negosiasi yang berorientasi pada tujuan … sehingga sanksi yang tidak adil terhadap rakyat Iran dicabut … dan kehidupan mereka dapat berkembang,” tambahnya.

Berita Terkait :  Begini Cara Mengenali Pembohong dari Gaya Mereka Berbicara