Anime One Piece: Kematian Yasuei dan Terungkapnya Misteri Keluarga Oden

Anime One Piece
Capture sesaat sebelum TonoYashu dieksekusi mati.

TonoYasu: Daimyo yang Setia pada Klan Kozuki

Berita Baru, Anime – Pada anime One Piece episode 939 dan 940 menampilkan adegan dramatik penduduk Ebisu yang tertawa terbahak menyakisikan kematian TonoYasu. Sementara di penjara Udon, Luffy bersama Kakek Hio menyaksikan eksekusi lewat Denden Mushi.

TonoYasu atau Shimotsuki Yasuie dengan nama julukan Yasu sang Landak dan Bocah Penyihir Malam adalah seorang Daimyo Hakumai yang mengabdi kepada Klan Kozuki. Dia sangat menghormati Kozuki Oden, pewaris sah kesogunan Wano.

TonoYasu begitu dicintai penduduk Ebisu karena kebiakan, kepepulian dan kedermawanannya di tengah krisis yang dialami negeri Wano akibat penindasan Shogun Orochi yang didukung bajak laut Kaido.

Bagi penulis, pribadi TonoYashu ini mengingatkan pada sosok Robinhood atau mungkin cerita Berandal Lokajaya, si pencuri baik hati yang mengambil harta orang kaya untuk mereka yang tidak berdaya di tengah penindasan pemerintah.

Namun, karena di sini TonoYashu lebih sering tertawa, kharismanya sebagai pemimpin bijaksana di masa lalu lenyap tanpa bekas. saat ini, ia lebih mirip badut penghibur. Dan orang-orang telah melupakan bahwa dirinya adalah mantan Daimyo.

Berita Terkait :  Anime One Piece 930 Tayang 28 Juni, Spoiler Manga 983: Yamato Selamatkan Luffy

Kesan itu pula yang dilihat oleh Zoro di awal pertemuan mereka. Zoro bahkan tak milirik TonoYashu sebagai seorang yang memiliki pengaruh besar. Oleh Zoro, TonoYashu dianggap sebagai orang aneh namun baik. Hal yang tidak hilang dari TonoYashu adalah sikap penolongnya. Itu pula yang menciptakan ikatan kuat antara dirinya dan Zoro serta warga Ebishu.

Kematian TonoYashu dan Tawa Pilu Penduduk Ebishu

Adegan episode ini dibuka dengan TonoYasu yang akan di eksekusi di Ibu Kota Bunga. Eksekusi dilakuakn setelah Komurasaki alias Hiyori dikremasi sebagai kriminal di Distrik Rasetsu. Tuan Orochi yang merasa sakit hati atas kehilangan Komurasaki tersebut melampiaskannya dengan nyawa TonoYashu.

Eksekusinya yang disiarkan ke seluruh Ibu Kota melalui Denden Mushi memicu euforia seluruh warga kota bunga atau kota Ebisu dan menguras empati. Pada saat akan dieksekusi, ia mengingat misteri keluarga Oden.

Ketika Oden tewas, Shogun Orichi mendatangi Daimyo yang masih hidup termasuk Tuan Yasuei dan menyuruhnya untuk tunduk kepada Kurozumi atau melawan. Orichi yang licik mengambil gelar Shogun dari Oden.

Penduduk dan Daimyo mengangkat pedang untuk melawan, namun niatan itu dihentikan oleh monster bernama Kaido. Shogun Orichi memang pengecut, bersembunyi dibalik ketiak kelompok bajak laut Hewan Buas Kaido yang keji.

Berita Terkait :  Melanggar Kebijakan, Google Hapus Game Demonstrasi Hong Kong

Tuan Yasuei yang dulunya sebagai sosok keras dan tidak pernah tersenyum. Tetapi menjelang eksekusi, Tuan Yasuei tertawa terbahak-bahak saat berada di tiang pancang. Ia mengingat perkataan Oden:

Yang akan menjadi penerus Kozuki Sukiyaki bukanlah Oden, yang akan menjadi Shogun adalah Yasuie”. Lalu ia melanjutkan tertawa dengan lebih keras.

Disusul histeris penduduk Ebisu yang tertawa berlarian menuju ke tempat eksekusi Tuan Yasuei. Kelompok Topi Jerami juga ikut.

Tuan Yasuei meminta maaf akan dua hal dan satu pesan untuk Orochi;

Pertama, soal selebaran berlambang bulan sabit. Ia menjelaskan keluarga Kozuki telah mati 20 tahun lalu dan tak memiliki kekuatan untuk balas dendam. Ia membuat lambang tersebut dan tak memiliki arti istimewa sama sekali tetapi banyak yang panik, termasuk Orichi. Kemudian, ia pun menertawakan kekonyolannya itu.

Kedua, Ia meminta maaf kepada Otoko. Terakhir, ia mengutuk Orochin dan menyebutnya sebagai Hama di Negeri Wano.

Orochi yang tersulut oleh perkataan Yasuei pun langsung mengangkat senapan dan menembakkannya tepat di dada Yasu. Kemudian disusul senapan lain dari pengikut Orochi.

Berita Terkait :  Its My Duty to Fight: Film Mulan

TonoYashu pun akhirnya tumbang. Pria riang dari Kota Ebisu berangkat ke alam lain sembari menari lalu jatuh dari tiang pancang dan bersimbah darah.

Semua terdiam. Kemudian tertawa. Semua tertawa dengan terbahak-bahak, termasuk Otoko.

Zoro yang melihat hal tersebut marah karena menilai tertawa mereka yang keterlaluan. Dalam kebenarannya, para penduduk Kota Ebisu sering tersenyum meski sedang tersakiti ataupun sedih, mereka tidak bisa mengekspresikannya.

Selain tawa dan senyum, semua ekspresi mereka telah direnggut dan hanya bisa tertawa. Itu semua karena benda yang dibawa Kaido dan Orichi ke tempat itu yang disebut buah ‘Smile’.

Pada episode 941 kelompok topi Jerami begitu murka terhadap Orochi yang tak berkrimanusiaan. Setelah menjatuhkan Tuan Yasuei yang sedang dipancang dengan tembakan kejinya. Orichi mengarahkan pistolnya kepada sasaran yang baru, yaitu Otoko.

Otoko yang sedang bersama Zoro menangis dalam tawa. Ia segera berlari menghampiri jasad ayahnya.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan