Andi Khamariah, Inisiator Gerakan Masker Gratis Asal Singkawang

Masker Gratis Singkawang
(Foto: Istimewa)

Berita Baru, Singkawang – Perkembangan pandemi corona virus disease atau COVID-19 di Kota Singkawang sampai Senin (6/4) masih sebanyak 246 orang dalam pemantauan (ODP), 4 pasien dalam pengawasan (PDP) dan 2 orang terkonfirmasi positif.

Merebaknya wabah tersebut memotivasi seorang penjahit asal Kota Singkawang Andi Khamariah untuk menggerakkan para penjahit dan relawan di Kota Singkawang, Kabupaten Sambas, Bengkayang, Mempawah dan Kubu Raya untuk membantu pemerintah melalui Gerakan Masker Gratis.

Dalam waktu singkat niat mulia Andi mendapat respon positif dari tim yang dibentuknya. Gerakan tersebut mendapat dukungan dari ketua GOW Kota Singkawang, Istri Handayani, sehingga dapat berjalan dan berkembang sesuai dengan harapan.

Bahkan, Gerakan Masker Gratis tersebut juga mendapat dukungan dari Tim Penggerak PKK Kota Singkawang, Persit Chandra Kirana Cabang XLVI Kodim 1202/Singkawang, Dekranasda Kota Sngkawang, Paskas Sngkawang, para relawan dan donatur lain.

Andi mengaku terkejut dengan respon baik dari berbagai kalangan yang mendukung gerakannya. Padahal, awalnya ia dan teman-temannya hanya berniat membuat masker gratis dan diberikan pada tenaga medis di Rumah Sakit, karena dianggap memiliki resiko yang sangat tinggi.

“Tapi seiring berjalannya waktu, program ini berkembang menjadi sebuah gerakan yang mendapat dukungan dari berbagai pihak. Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan program ini”. Ujar Andi.

Andi mengungkapkan dalam distribusi tahap pertama terkumpul kurang lebih 1.500 buah masker yang didistribusikan pada Rumah Sakit Abdul Azis Singkawang dan Rumah Sakit DKT Kota Singkawang baik untuk tenaga medis, pasien dan petugas. Kemudian juga untuk lima Puskesmas, Pondok Pesantren dan para pedagang di Pasar Beringin dan pasar Ikan Ali Anyang, dan beberapa Panti Asuhan.

“Kami masih terus memproduksi masker untuk didistribusikan pada sasaran yang berbeda. Gerakan Masker Gratis ini tidak hanya untuk Kota Singkawang saja, namun juga untuk empat Kabupaten dan masing-masing Kabupaten memiliki koordinator,” ujarnya.

Setiap Koordinator Wilayah, imbuh Andi, bertugas untuk merangkul relawan dan donatur sebanyak-banyaknya dan melibatkan masyarakat dalam gerakan ini.

Menurutnya, masker yang diproduksi pada setiap wilayah dimonitor secara ketat, mulai dari sistem pembuatan polanya, bahannya, teknis menjahitnya, sampai pada pendistribusiannya.

Masing-masing koordinator secara berjenjang membentuk group WhatsApp Gerakan Masker Gratis untuk memudahkan komunikasi. Tujuannya agar masker yang dibagikan memenuhi syarat kesehatan sesuai dengan anjuran dari Kementerian Kesehatan.

“Antar wilayah kita bangun kerjasama, jika salah satu wilayah kekurangan masker maka kita akan bantu dengan memberikan masker-masker sesuai kebutuhan dan kemampuan”. Pungkas Andi. [Hp]

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan