Berita

 Network

 Partner

Pandemi COVID-19 Picu Mundurnya Kebebasan Demokrasi Global
Sumber : The Economist

Pandemi COVID-19 Picu Mundurnya Kebebasan Demokrasi Global

Berita Baru, Internasional – The Economist Intelligent Unit merilis Democracy Global Index atau indeks demokrasi global tahun 2020. Temuan utama indeks tersebut menyebutkan bahwa hanya 8,4 persen dari total populasi dunia yang hidup dalam demokrasi penuh.

Adapun lebih dari sepertiga penduduk dunia terpaksa tinggal di bawah pemerintahan otoriter.

Survei tahunan yang dilakukan pada 167 negara tersebut mengukur proses elektoral dan pluralisme, fungsi pemerintah, partisipasi politik, budaya politik demokratis, dan kebebasan sipil.

Pandemi COVID-19 Picu Mundurnya Kebebasan Demokrasi Global

“Skor global 5,37 dari 10 tersebut merupakan skor indeks demokrasi terendah yang tercatat sejak tahun 2006,” tulis The Economist Selasa (2/2) waktu setempat.

Yang mengejutkan, dalam laporan tersebut The Economist menyebut pemberlakukan kebijakan Lockdown selama masa pandemi COVID-19 sebagai pemicu kemunduran besar-besaran kebebasan sipil pada tahun 2020.

Berita Terkait :  Kamera Luar Angkasa Super Canggih Ini Akan Dipakai NASA Deteksi Exoplanet

“Menyebabkan penurunan peringkat di sebagian besar negara. Karena kebanyakan orang menyimpulkan bahwa mencegah hilangnya nyawa secara besar-besaran (akibat pandemic_red.), telah membenarkan hilangnya kebebasan sementara.,” tulis mereka.

Pemeringkatan tersebut, lanjut The Economist, merupakan bentuk hukuman kepada negara-negara yang mencabut kebebasan sipil, gagal mengizinkan pengawasan yang tepat atas kekuatan darurat, atau menolak kebebasan berekspresi, terlepas dari apakah ada dukungan publik untuk tindakan pemerintah atau tidak.