Anak-anak Ternyata Menghukum Anak Lain untuk Pelajaran Moral

    moral
    Anak-anak cenderung menghukum seseorang karena masalah moral ketimbang untuk balas dendam, Sumber : Dailymail.co.uk

    Berita Baru , Amerika Serikat – Dari hasil riset, anak-anak, ternyata memberikan indikasi yang baik tentang respons alami moral manusia terhadap situasi sosial.

    Dilansir dari Dailymail.co.uk , para peneliti dari Universitas Harvard telah menemukan bahwa anak anak rela mengorbankan kebahagiaan mereka sendiri untuk menghukum orang lain atas perilaku buruk orang tersebut.

    Data tersebut juga mengungkapkan bahwa anak-anak 24 persen lebih mungkin untuk mengizinkan hukuman jika pelakunya belajar akan moral, daripada hanya karena mereka (anak-anak) murni untuk balas dendam.

    Apa yang mendorong orang untuk menghukum orang lain yang berperilaku buruk telah diperdebatkan oleh para filsuf dan psikolog selama beberapa dekade.

    Penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa retribusi dan memberi pelajaran kepada orang lain merupakan faktor penting tetapi hanya sedikit yang meneliti dan melihat anak-anak.

    Tanggapan masyarakat termuda lebih murni, kurang dipengaruhi oleh perilaku yang dipelajari dan kurang dinodai oleh pengalaman pribadi orang dewasa.

    Penulis utama studi Dr Julia Marshall, yang merupakan mahasiswa PhD di Universitas Yale ketika penelitian dilakukan, mengatakan: “Anak-anak kurang terpapar pada ide-ide sosial tentang bagaimana berperilaku dengan cara tertentu.”

    Berita Terkait :  Penjualan Amunisi Militer Tahun 2025 Diperkirakan Tembus USD2,8 Miliar

    “Kami ingin tahu apakah anak-anak tertarik untuk menghukum orang lain karena mereka benci kepada orang yang melakukan kesalahan , karena mereka ingin memberi pelajaran kepada aktor jahat, atau kombinasi keduanya.” Ujar Dr. Julia

    Para peneliti memutar video seorang anak yang merobek karya seni anak muda lainnya kepada 251 anak berusia empat hingga tujuh tahun.

    Anak-anak diminta untuk memutuskan apakah akan menghukum perusak tersebut dengan cara mengambil iPad mereka.

    Yang menarik, mereka harus membuat pengorbanan pribadi jika mereka memutuskan untuk menghukum mereka, karena iPad mereka sendiri juga akan dikunci.

    Mereka kemudian dibagi menjadi dua kelompok, kelompok pertama diberi tahu jika mereka memilih untuk menghukum anak nakal dalam tindakan balas dendam, iPad perusak seni akan diambil, tetapi mereka tidak akan diberi tahu untuk apa atau mengapa.

    Seperempat anak-anak (26 persen) dalam kelompok pertama ini memutuskan untuk menghukum orang sebayanya yang nakal, meski harus membayar harganya – kehilangan iPad mereka sendiri.

    Namun, anak-anak 24 persen lebih mungkin untuk menghukum anak yang berperilaku buruk jika mereka tahu, yang melakukan hal buruk akan belajar pelajaran moral tentang mengapa perilaku mereka tidak dapat diterima.

    Berita Terkait :  Penemuan Terbaru untuk Astronot: Menambang Batu dengan Mikroba

    Penulis senior, Asisten Profesor Dr Molly Crockett berkata: “Retribusi adalah kekuatan pendorong dalam penilaian moral anak-anak.”

    “Kesempatan untuk memberi pelajaran kepada pelaku kesalahan memotivasi anak-anak untuk menghukum nya. Hal ini melebihi keinginan anak-anak untuk melihat mereka (yang bersalah) menderita atas tindakan mereka.”

    Temuan tersebut menunjukkan bahwa meskipun anak-anak ingin melihat perilaku buruk itu dihukum, mereka juga ingin pelaku kesalahan belajar dari kesalahan mereka.

    Dr Marshall berkata: “Anak-anak tampaknya dilengkapi dengan keinginan bagi para penghukum untuk menerima sesuatu yang adil, dan keinginan agar para individu dengan perilaku buruk dapat memperbaiki perilaku mereka untuk waktu berikutnya.”

    - Advertisement -

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini