Aksi Protes Penghinaan Nabi di India Berujung Ricuh, Tiga Orang Tewas

(foto: AFP)

Berita Baru, Internasional – Aksi protes terkait penghinaan Nabi Muhammad di Bengaluru, India, berujung ricuh. Hal ini membuat sedikitnya ada tiga orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.  

Dikutip dari Sputniknews, Rabu (12/8), protes yang berlangsung Selasa malam waktu setempat itu dipicu oleh sebuah unggahan di Facebook oleh pria bernama P. Naveen.

P. Naveen adalah keponakan dari Akhanda Srinivasa Murthy, seorang legislator Kongres dari daerah Pulakeshinagar.

Unggahan ini menuai banyak kecaman dari masyarakat karna dianggap menghina Nabi Muhammad.

Namun unggahan dari Naveen sudah dihapus. Ia berdalih bahwa akunnya pada saat itu diretas.

Pada beberapa video yang di unggah oleh netizen, terlihat beberapa mobil hangus, diduga dibakar oleh pengunjuk rasa.

“Meskipun sesepuh masyarakat berusaha menenangkan massa, massa membakar kendaraan di jalan, mereka menyerang kantor polisi,” kata Komisaris Polisi Kamal Pant dikutip dari Al Jazeera, Rabu (12/8).

“Polisi tidak bisa melarikan diri dan terpaksa menembak tiga orang tewas hingga tewas,” tambahnya.

Berita Terkait :  Ledakan Protes Belarusia, Demonstran Kepung Kediaman Alexander Lukashenko

Pant melaporkan bahwa ada 110 orang yang telah ditangkap dengan tuduhan melakukan perusakan dan menyerang polisi. Sementara 60 anggota polisi dikabarkan luka-luka.

Disalah satu rekaman video, terlihat kelompok demonstran memaksa masuk ke kantor polisi. Sedangkan kelompok lain berkumpul di luar rumah politisi dan berteriak, melempar batu, serta membakar kendaraan yang diparkir di sepanjang jalan.

Massa aksi tersebut juga memblokir mobil pemadam kebakaran.

Diduga  beberapa personel media juga diserang, menurut laporan Elizabeth Puranam, wartawan Al Jazeera.

“Kami sedang menyelidiki masalah ini dan akan menggunakan rekaman CCTV untuk melihat siapa yang berada di balik aksi kekerasan ini, dan akan mengambil tindakan tegas,” kata Menteri Dalam Negeri negara bagian Karnataka Basavraj Bommai kepada saluran berita TV lokal.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan