Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Seorang pekerja berjalan melewati kantor pusat Bank Pembangunan Asia (ADB) di Manila, 17 Juni 2009. Reuters/Cheryl Ravelo.
Seorang pekerja berjalan melewati kantor pusat Bank Pembangunan Asia (ADB) di Manila, 17 Juni 2009. Reuters/Cheryl Ravelo.

ADB: Ekonomi Asia Menguat Setelah China Buka Pembatasan



Berita Baru, Manila – Bank Pembangunan Asia (ADB) mengatakan bahwa asia akan melihat pertumbuhan ekonomi yang kuat tahun ini setelah China menghapus pembatasan pandemi yang ketat.

Dalam pernyataan ADB mengenai prospek pertumbuhan terbaru yang dirilis pada Selasa (4/4), pihaknya mengatakan Ekonomi di Asia dan Pasifik diperkirakan akan tumbuh sebesar 4,8 persen pada 2023 dan 2024, naik dari 4,2 persen tahun lalu, di tengah meningkatnya konsumsi, pariwisata dan investasi.

Bank pembangunan yang berbasis di Manila itu menunjuk pada pembukaan kembali China setelah berakhirnya strategi “nol COVID” yang ketat sebagai “faktor utama” di balik prospek yang lebih cerah.

Namun, ADB mengatakan prospek global menghadapi beberapa risiko yang harus “dipantau dengan hati-hati dan ditangani secara proaktif”, termasuk perpanjangan atau eskalasi perang Rusia di Ukraina, kenaikan suku bunga, dan tingkat utang yang tinggi.

Perekonomian China berada di jalur pertumbuhan sebesar 5 persen tahun ini dan 4,5 persen pada 2024, kata ABD.

Bank juga menyoroti prospek yang kuat untuk India, dengan pertumbuhan diperkirakan mencapai 6,4 persen tahun ini dan 6,7 persen tahun depan.

Inflasi diperkirakan melambat menjadi 4,2 persen pada 2023 dan 3,3 persen pada 2024, setelah mencapai 4,4 persen tahun lalu.

“Prospek ekonomi di Asia dan Pasifik lebih cerah dan mereka siap untuk pemulihan yang kuat saat kita kembali ke normalisasi setelah pandemi,” kata Kepala Ekonom ADB Albert Park.

“Orang-orang mulai bepergian lagi untuk bersantai dan bekerja, dan kegiatan ekonomi semakin cepat. Karena masih banyak tantangan, pemerintah di kawasan perlu tetap fokus pada kebijakan yang mendukung kerja sama dan integrasi yang lebih kuat untuk mendorong perdagangan, investasi, produktivitas, dan ketahanan,” imbuhnya.

Negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Filipina, dan Vietnam juga diperkirakan akan membukukan pertumbuhan yang solid, didorong oleh pariwisata dan permintaan domestik yang kuat, dengan ekonomi kawasan yang diperkirakan tumbuh sebesar 4,7 persen tahun ini dan 5 persen pada tahun 2024.

Kaukasus dan Asia Tengah diperkirakan akan membukukan pertumbuhan sebesar 4,4 persen tahun ini dan 4,6 persen pada tahun 2024, sementara ekonomi kepulauan Pasifik diprediksi masing-masing tumbuh sebesar 3,3 persen dan 2,8 persen.