Abu Erupsi Gunung Ili Lewotolok Mencapai 1.500 Meter dari Puncak

Foto: Twitter

Berita Baru, Jakarta — Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur mengalami erupsi. Hal itu terjadi pada sekitar pukul 07.46 WITA, Selasa (1/12).

Aktivitas vulkanik itu mengakibatkan semburan kolom abu mencapai ketinggian 1.500 meter di atas puncak atau 2.923 meter di atas permukaan laut.

“Kolom abu teramati berwarna kelabu sehingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah barat,” terang Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani melalui keterangan rilisnya yang diterima Berita Baru.

Erupsi itu terekam melalui seismogram dengan amplitudo maksimum 20 milimeter dan terjadi selama kurang lebih 50 detik.

Sementara itu, akun resmi Twitter Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui @KementerianESDM mengutip informasi Badan Geologi PVMBG menerangkan bahwa Gunung Ili Lewotolok saat ini tengah berstatus siaga atau level III.

Oleh karena itu, petugas merekomendasikan masyarakat di sekitar gunung untuk menjauh sementara waktu dan tidak melakukan pendakian. Masyarakat pun untuk sementara dilarang beraktivitas di zona perkiraan bahaya, yakni di area radius 4 kilometer dari puncak Gunung Ili Lewotolok.

Berita Terkait :  Tingginya Endorse Kosmetik Ilegal, Aman Atau Menuai Bencana

Peringatan itu diberlakukan hingga situasi kembali membaik.

Sebelumnya, laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan bahwa Gunung Api Ili Lewotolok kembali erupsi dengan kolom abu setinggi 700 meter dari puncak pada Senin (31/11) pukul 23.20 WITA.

Berdasar hasil pantauan di Pos Pengamatan Gunung Api Ili Lewotolok, kolom abu terlihat berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang condong ke arah selatan.

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini