Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Perjalanan Wakil Presiden AS Harris ke Vietnam Tertunda Karena ‘insiden kesehatan’ di Hanoi
Wakil Presiden AS Kamala Harris menghadiri pertemuan meja bundar di Gardens by the Bay di Singapura sebelum berangkat ke Vietnam, 24 Agustus 2021. Foto: Reuters/Evelyn Hockstein.

Perjalanan Wakil Presiden AS Harris ke Vietnam Tertunda Karena ‘insiden kesehatan’ di Hanoi



Berita Baru, Hanoi – Pada Selasa (28/8), Perjalanan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris ke Vietnam ditunda menyusul adanya ‘anomalous health incident’ atau ‘insiden kesehatan anomali’ yang tidak dapat dijelaskan di Hanoi, menurut pernyataan Kedubes AS di Hanoi.

Sebelumnya, Wapres Kamala Harris, yang berada di Singapura untuk menyelesaikan perjalanan tiga hari, dijadwalkan terbang ke Hanoi pada Selasa malam, tetapi tiba-tiba tertunda selama tiga jam karena “insiden kesehatan yang tidak wajar.”

“Kantor Wakil Presiden diberitahu tentang laporan kemungkinan insiden kesehatan anomali baru-baru ini di Hanoi, Vietnam,” kata pernyataan Kedubes AS.

Menurut Reuters, Frasa “Insiden kesehatan anomali” adalah istilah yang sering digunakan pemerintah AS untuk menggambarkan Sindrom Havana, suatu kondisi dengan gejala seperti pusing, mual, migrain, dan kehilangan ingatan, dinamakan demikian karena pertama kali dilaporkan oleh pejabat AS yang berbasis di kedutaan AS di Kuba pada tahun 2016.

“Setelah penilaian yang cermat, keputusan dibuat untuk melanjutkan perjalanan Wakil Presiden,” kata pernyataan itu tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Seorang juru bicara Harris menolak mengomentari alasan penundaan tersebut.

Sekitar 100 petugas CIA dan anggota keluarga termasuk di antara sekitar 200 pejabat dan kerabat AS yang sakit karena ‘sindrom Havana,’ kata Direktur CIA William Burns.

Panel Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional AS pada bulan Desember menemukan bahwa teori yang masuk akal adalah bahwa sinar ‘energi terarah’ menyebabkan sindrom tersebut, katanya.

Ada ‘kemungkinan yang sangat kuat’ bahwa sindrom itu sengaja disebabkan, dan bahwa Rusia dapat bertanggung jawab, katanya, seraya menambahkan bahwa dia menahan kesimpulan definitif sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut.

Namun, Moskow membantah terlibat dalam menyebabkan sindrom tersebut.

Menanggapi penundaan perjalanan Wapres Harris, Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh mengadakan pertemuan mendadak dengan Duta Besar China Xiong Bo, di mana Chinh mengatakan Vietnam tidak bersekutu dengan satu negara melawan negara lain.

“Perdana Menteri menegaskan bahwa Vietnam menganut kebijakan luar negeri yang independen, mandiri, multilateral, dan beragam dan merupakan anggota yang bertanggung jawab dari komunitas internasional,” kata pemerintah Vietnam dalam sebuah pernyataan.

“Vietnam tidak menyelaraskan diri dengan satu negara terhadap negara lain,” katanya.

Sebagaimana diketahui, sebelum berangkat Harris menuduh Beijing melakukan pemaksaan dan intimidasi untuk mendukung klaim di Laut China Selatan (LCS).

Komentar itu dinilai banyak kalangan menjadi komentar yang paling tajam tentang China selama kunjungan ke Asia Tenggara.

Wapres Harris juga mengatakan bahwa Asia Tenggara merupakan sebuah wilayah yang menurutnya penting bagi keamanan AS.

Sengketa wilayah di Laut China Selatan harus diselesaikan menurut hukum internasional dan “akal sehat tingkat tinggi,” kata pemerintah Vietnam dalam sebuah pernyataan, menambahkan China akan memberikan dukungan vaksin COVID-19 untuk Vietnam, tambahnya.

Pemerintah AS menyebut persaingan dengan China sebagai “ujian geopolitik terbesar” abad ini, dan Asia Tenggara telah menyaksikan serangkaian kunjungan penting oleh pejabat tinggi pemerintahan, termasuk Menteri Pertahanan Lloyd Austin.