30,8 Persen Warga Afrika Timur kurang Gizi

-

Beritabaru.co, KenyaWorld Health Organization (WHO) atau organisasi kesehatan dunia merilis laporan bahwa tiga dari sepuluh orang di Afrika Timur menderita kekurangan gizi.

Dalam laporan yang dirilis pada Selasa (16/7) tersebut, WHO mengatakan situasi paling mengkhawatirkan terjadi di Afrika karena wilayah tersebut memiliki tingkat kelaparan tertinggi di dunia dan terus meningkat secara perlahan di hampir semua subregional.

“Di Afrika Timur khususnya, hampir sepertiga dari populasi (30,8 persen) kekurangan gizi. Selain iklim dan konflik, pelambatan dan penurunan ekonomi mendorong peningkatan”. Tulis laporan tersebut.

WHO juga menjelaskan bahwa sejak 2011, peningkatan kelaparan terjadi di hampir setengah dari Benua Afrika karena pelambatan ekonomi atau stagnasi.

Berita Terkait :  China Luncurkan Platform Penelitian Medis Berbasis Kecerdasan Buatan

WHO juga memperingatkan bahwa Asia dan Afrika adalah rumah bagi hampir tiga perempat dari total anak-anak yang kelebihan berat badan di dunia karena pola makan yang tidak sehat.

Berita Terkait :  Wabah Virus Corona Wuhan Menyebar, Pimpinan WHO Kunjungi China

821 Juta Warga Dunia Alami Kelaparan

Sebelumnya, Perserikatan Bang­sa-Bangsa (PBB) melaporkan bahwa se­panjang tahun 2018 ada lebih dari 821 juta orang di seluruh dunia mengalami kelaparan. Dalam laporannya yang disampaikan pada Senin (15/7), PBB me­nyatakan angka kelaparan itu telah meningkat dalam 3 tahun berturut-turut.

Warga Afrika Timur Kurang Gizi
David Beasley (WFP), Foto: AFP/ASHRAF SHAZLY

Ketua Program Pangan Du­nia (World Food Program/WFP), David Beasley, akhirnya menanggapi laporan PBB tersebut. Menurutnya, PBB akan kesulitan untuk mencapai angka kela­paran nol pada 2030.

“Itu me­rupakan tren yang amat buruk. Tanpa keamanan pangan, ki­ta tak akan pernah mencapai perdamaian dan stabilitas,” ka­ta Beasley, sembari mencerca media yang lebih suka meliput soal Brexit dan Donald Trump ketimbang anak-anak yang mati akibat kelaparan.

Penulis : Priyo Atmojo
Berita  : www.aa.com dan AFP/I-1 (Diolah)
Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments