2021, Kabupaten Sikka Bebas Stunting

    Stunting Sikka
    Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo (Tribun/Kupang)

    Beritabaru.co, Sikka – Stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yakni sejak janin hingga anak berusia 24 bulan sudah menjadi permasalahan global.

    Di Indonesia, angka stunting memang sudah mengalami penurunan, dari 37,2 persen menurut hasil Riskesdas 2013 menjadi 30,8 persen menurut Riskesdas 2018. Meskipun persentase tersebut turun signifikan, tapi angka tersebut masih tinggi dibandingkan dengan batas wajar yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) yakni sebesar 20 persen.

    Kabupaten Sikka terpilih menjadi tempat dilaksanakannya sosialisasi GenBest dikarenakan merupakan satu dari 60 kabupaten/kota prioritas stunting di tahun 2019. Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo menargetkan dalam kurun waktu dua sampai tiga tahun Kabupaten Sikka akan bebas dari stunting.

    “Angka stunting sudah turun dari 41,3% menjadi 33,7%. Saya menargetkan dalam dua sampai tiga tahun lagi SIkka sudah bebas stunting,” ungkapnya.

    Menurut Bupati Fransiskus Diogo, pihaknya memberikan perhatian serius terhadap stunting karena akan memengaruhi penyiapan sumberdaya manusia unggul untuk Indonesia maju.

    Berita Terkait :  Presiden Meminta Masyarakat Menerima WNI dari Wuhan

    “Masalah ini bukan masalah kesehatan saja, tapi sangat kompleks dan intervensinya pun bermacam. Mulai dari kesehatan sampai pekerjaaan umum seperti penyediaan air besih dan sanitasi.

    Generasi remaja harus lebih canggih, kalian sebagai pemimpin negara di masa depan harus persiapkan diri dari sekarang,” jelasnya.

    Bupati Sikka mengajak generasi muda untuk ikut aktif mengampanyekan sadar stunting yang digagas oleh Kementerian Kominfo. “Kampanye, kita harus kampanye. Memang kampanye yang efektif dari mulut ke mulut karena itu kita harus aktif dan berkomitmen,” ungkapnya.

    Acara sosialisasi itu melibatkan 150 orang siswa SMA, mahasiswa UNIPA, dan perwakilan dari desa desa prioritas di Kabupaten Sikka, yaitu: Nitunglea, Tua Bao, Tanarawa, Runut, Egon Gahar, Napugera, Aibura, Ilinmedo, Kojagete, dan Natarmage. Selain pemberian materi, acara genbest juga diisi dengan permainan interaktif dengan tema stunting. Mulai dari roda gila, cari kata, dan arcade game. [Faris/Siaran Pers]

    - Advertisement -

    Tinggalkan Balasan