Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

“Wonderful Clay” dan Refleksi Para Perupa Keramik Indonesia

“Wonderful Clay” dan Refleksi Para Perupa Keramik Indonesia



Berita Baru, Depok – Pada hari Senin (18/11/2019), diadakan pembukaan pameran keramik “Wonderful Clay” yang bertempat di Makara Art Centre, Universitas Indonesia.

Pameran yang dibuka oleh wakil rektor bidang akademik dan kemahasiswaan Universitas Indonesia, Prof. Dr. Bambang Wibawarta ini menampilkan karya-karya keramik dari 48 orang perupa keramik di Indonesia, Thailand dan Amerika Serikat.

Karya-karya dari para maestro keramik Indonesia seperti Hildawati Soemantri, Keng Sien F. Widayanto serta Suyatna turut dipamerkan pada pameran ini. Tidak ketinggalan pula karya- karya dari  para perupa keramik Indonesia lainnya yang sebagian besar sudah malang melintang baik di dunia perkeramikan nasional maupun internasional.

“Wonderful Clay” dan Refleksi Para Perupa Keramik Indonesia
Karya Hildawati Soemantri. (Rizki Hasan)

Lewat sambutannya, Lydia Poetri selaku kurator pameran yang juga seorang dosen kriya keramik Institut Kesenian Jakarta, mengatakan kebanggaannya akan perkembangan dunia keramik sekarang ini, terutama dengan munculnya para perupa keramik baru yang membawa gaya dan karakter mereka masing-masing.

Ia juga berharap agar para perupa keramik dapat terus  bersemangat untuk mengadakan eksperimen yang lebih mendalam terhadap mineral maupun material keramik.

“Wonderful Clay” dan Refleksi Para Perupa Keramik Indonesia
Tableware karya Haryoadiputro Soenggono. (Rizki Hasan)

Pada pameran ini keramik – keramik yang dipamerkan sangat beragam, mulai dari keramik yang bersifat benda pakai, seni instalasi, keramik yang berbentuk figur hingga yang bersifat interactive art.

“Wonderful Clay” dan Refleksi Para Perupa Keramik Indonesia
“Two Legal Mushrooms” karya Yohana dan Ivan Reyhan. (Rizki Hasan)

Beberapa seniman tampak menggabungkan antara keramik dengan media seni lainnya, seperti karya dari Yohana dan Ivan Reyhan yang menggabungkan karya keramik dengan seni video.

Karya mereka yang berjudul “Two Legal Mushrooms” merupakan eksplorasi dan eksperimen mereka berdua sebagai cermin pasangan yang baru saja menikah yang masih banyak kebutuhan untuk beradaptasi.

Sedangkan karya Damar Bagus Permadi yang berjudul “Tablo Stone Mask” terinpirasi dari peristiwa permasalahan kaum urban metropolitan yang pernah dilihatnya, yang kemudian digabungkannya dengan keadaan sosio politik yg terjadi belakangan ini.

“Wonderful Clay” dan Refleksi Para Perupa Keramik Indonesia
“Acomplishment” karya Sekar Puti. (Rizki Hasan)

Seni keramik sekarang ini memang terlihat cukup maju, terutama dengan terus bermunculannya studio-studio keramik baru yang memberikan suasana baru pada perkeramikan di Indonesia. Namun nampaknya kemajuan ini masih sering terantuk oleh beberapa kendala, baik dari segi produksi maupun dari pemahaman akan seni keramik di masyarakat Indonesia sendiri.

Sekar Puti, perupa keramik yang bermukim di Bali mengatakan, dari perkembangan-perkembangan seni keramik yang terjadi belakangan ini, yang menurutnya cukup menjanjikan. Ia mengharapkan para perupa tidak melupakan tentang pentingnya unsur identitas dalam berkarya, baik dari segi identitas material maupun identitas dari perupa itu sendiri.

Geoffrey Tjakra, salah satu perupa keramik, juga memberikan respon yang positif bagi perkembangan dunia perkeramikan Indonesia. Menurutnya dunia keramik Indonesia sudah lebih maju dibandingkan dengan saat sepuluh tahun yang lalu. Ia berharap dengan semakin banyaknya studio seni keramik, maka akan mempermudah para perupa untuk mendapatkan bahan baku serta material keramik.

Pameran Keramik “Wonderful Clay” masih akan berlangsung hingga tanggal (30/11) di Makara Art Centre, Universitas Indonesia. Selain pameran, kegiatan seperti workshop dan artist talk juga akan diadakan sebagai rangkaian acara pada tanggal (23-24/11/2019), bertempat di Makara Art Centre, Universitas Indonesia.[Rizki Hasan]